// <![CDATA[KESESUAIAN FUNGSI KAWASAN DAN BANGUNAN DI KAWASAN PECINAN SURYAKENCANA KOTA BOGOR]]> 0410086903 - Dr. Widya Suryadini ST.,MT. Dosen Pembimbing 1 NADILA NOOR RAKHMAYANI / 242015081 Penulis
Menurut hasil identifikasi P3KP Ditjen Penataan Ruang, Kawasan Suryakencana ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Kota Bogor. Kawasan Suryakencana memiliki karakteristik khas pecinan dan didominasi oleh fungsi perdagangan dan jasa, selain itu terdapat aktivitas hunian dan religi dengan dominasi arsitektur bangunan khas Cina. Kawasan ini mempunyai intensitas pemanfaatan lahan yang tinggi dan kompleks serta komersialisasi kawasan yang mengakibatkan terjadinya ketidakteraturan pemanfaatan lahan dan bangunan cagar budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian fungsi yang dilihat berdasarkan fungsi kawasan dan bangunan Kawasan Pecinan Suryakencana sebagai upaya pelestarian kawasan heritage di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan survei instansi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis penilaian kesesuaian fungsi kawasan (overlay mapping) dan penilaian kesesuaian fungsi bangunan cagar budaya (deskriptif komparatif). Hasil analisis penelitian ini menunjukkan penggunaan lahan di kawasan ini sudah sama dengan arahan pemanfaatan lahan dalam rencana pola ruang WP A Kota Bogor yaitu sebesar 95,44% dan termasuk ke dalam kategori tinggi pada kesesuaian lahan dengan zona 1-1 yang paling tinggi tingkat kesesuaiannya yaitu 98,5% dan zona 2-2 yang paling rendah yaitu 86,94% kesesuaian lahannya. Ketidaksesuaian terjadi pada guna lahan ruang terbuka dan tata hijau sempadan sungai dan kawasan fungsi pendidikan yang mengalami alih fungsi menjadi permukiman masyarakat. Fungsi bangunan cagar budaya pada kawasan secara umum sudah sesuai dengan arahan penataan Kawasan Suryakencana sebagai kawasan perdagangan jasa lama berkarakter Pecinan, akan tetapi ada 2 (dua) bangunan yang tidak berfungsi secara maksimal penggunaannya yang mengakibatkan terganggunya kelestarian cagar budaya dalam kawasan. Kata kunci: Fungsi Kawasan, Bangunan Cagar Budaya, Kawasan Pecinan