Gedung Pertunjukan Seni Teater “Baron Rumentang Siang” di Bandung
Rumentang Siang memiliki arti seniman yang terlihat remang-remang menjadi tampak jelas. Gedung kesenian ini khususnya digunakan untuk pertunjukan teater tradisional yang dapat memberi ruh semangat tersendiri bagi seniman di dalamnya dan menjadi wadah bagi para seniman-seniman teater sejak tahun 1975 di kota Bandung. Pada zaman sekarang gedung kesenian ini memerlukan perencanaan baru sehingga teater tradisional yang sudah menjadi kekayaan budaya di Indonesia tetap hidup pada era modern. Desain interior Neo-Rumentang Siang menjadi jawaban bagi permasalahan diatas, dengan mengangkat tema neo, tradisi teatrikal dan spiritualisme akan mendukung gedung kesenian tersebut menjadi lebih hidup, menggunakan gaya eklektik yang dapat mengkombinasikan tradisional dan modern menjadi hal yang baru. Gedung pertunjukan ini difokuskan kepada interior bangunannya sendiri berdasarkan standarisasi gedung pertunjukan yang meliputi aspek utilitas seperti visual, thermal, dan audial. Menciptakan flesibilitas panggung dalam sebuah pertunjukan seni sebagai sarana penunjang sebuah pertunjukan. Dengan mengidentifikasi masalah yang ada lalu menyelesaikannya melalui persyaratan dan standar yang berlaku dan dijadikan tolak ukur dalam pembuatan konsep perencanaan.
Kata kunci: Desain Interior, Teater Tradisional, Rumentang Siang, Spiritualisme, Neo, Modernisasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).Gedung Pertunjukan Seni Teater “Baron Rumentang Siang” di Bandung ().Desain Interior:FAD
Chicago Style
.Gedung Pertunjukan Seni Teater “Baron Rumentang Siang” di Bandung ().Desain Interior:FAD,2020.Text
MLA Style
.Gedung Pertunjukan Seni Teater “Baron Rumentang Siang” di Bandung ().Desain Interior:FAD,2020.Text
Turabian Style
.Gedung Pertunjukan Seni Teater “Baron Rumentang Siang” di Bandung ().Desain Interior:FAD,2020.Text