// <![CDATA[ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS :]]> 0424026101 - Elkhasnet Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 ABSHAR BANI LATHIFAN/222016167 Penulis
Banyaknya kendaraan angkutan kota trayek Cicalengka-Cileunyi yang beroperasi membuat persaingan antar angkutan kota semakin bertambah banyak dengan begitu apakah pendapatan yang diperoleh dapat menutupi biaya operasional kendaraan (BOK) dan berapakah pendapatan bersih yang diperoleh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (SK.687/AJ.206/DRJD/2002) dan survei pengeluaran dan pendapatan angkutan kota trayek Cicalengka – Cileunyi. Pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan sopir dan data-data terkait dengan BOK yang tersedia di berbagai media. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa rata rata biaya operasional kendaraan angkutan kota trayek Cicalengka – Cileunyi adalah Rp. 56.386.978,00/tahun, sedangkan rata-rata pendapatan adalah Rp 92.846.875,00/tahun dan rata-rata pendapatan bersih adalah Rp 36.459.897,00/tahun atau Rp 99.890,00/hari. Angkutan kota dapat menutupi biaya operasional kendaraan (BOK), namun pendapatan bersih yang diperoleh masih jauh dari UMR Kab.Bandung.