// <![CDATA[TINJAUAN MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN BEKAS DAERAH PEMBUANGAN SAMBIREJO]]> 0429096502 - Hazairin, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 0414089005 - Aden Firdaus, S.T.,M.Sc. Dosen Pembimbing 2 Ghea Puspita Partadisastra/222016150 Penulis
Proyek konstruksi memiliki tingkat pekerjaan yang cukup berat karena dipengaruhi oleh cuaca, waktu pekerjaan yang terbatas, peralatan kerja yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Proyek konstruksi merupakan penyumbang angka kasus kecelakaan kerja terbanyak di Indonesia. Banyak perusahaan yang telah memiliki sintem manajemen K3, namun sistem manajemen K3 tersebut belum berbasis manajemen risiko. Tujuan dari manajemen risiko yaitu mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko serta mendorong menajemen untuk bertindak proaktif mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan instrumen kuesioner. Dari hasil penelitian pada proyek Pembangunan Bekas Daerah Pembuangan Sambirejo ditemukan 92 variabel bahaya, yang terdiri dari 2 risiko tinggi, 34 risiko rendah, dan 56 risiko sedang.