// <![CDATA[ANALISIS STRUKTUR RANGKA BAJA PEMIKUL MOMEN 10 LANTAI TERHADAP BEBAN GEMPA DAN BEBAN ANGIN PADA 7 WILAYAH DI INDONESIA]]> 0415128905 - Erma Desmaliana, S.T.,M.T Dosen Pembimbing 1 0406099301 - Amatulhay Pribadi, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 MOHAMMAD KENNETH RAFNI PRAYOGA/222016110 Penulis
Indonesia merupakan negara yang rawan gempa dikarenakan wilayahnya yang berada diantara 3 lempeng tektonik, oleh karena itu, perlu perencanaan struktur gedung yang baik agar kuat menahan beban gempa. Selain beban gempa, beban angin juga perlu diperhatikan sebagai beban lateral untuk gedung tinggi. Pada penelitian ini, respon struktur terhadap beban gempa dan beban angin yang terjadi pada 7 wilayah di Indonesia yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Surabaya, Kupang, Samarinda, Gorontalo, dan Jayapura dibandingkan berdasarkan SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019. Struktur gedung menggunakan struktur rangka baja dikarenakan baja memiliki keunggulan terhadap struktur lain diantaranya bersifat lebih lentur, ringan, dan cenderung lebih cepat dalam pemasangan dibandingkan dengan struktur beton ataupun struktur lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, desain gedung yang dibuat aman terhadap simpangan, ketidakstabilan torsi, dan efek P-Delta yang disyaratkan pada SNI 1726:2019. Pada penelitian ini, gaya geser dari yang terbesar sampai yang terkecil berdasarkan gaya geser tingkat dan gaya geser dasar menurut perhitungan gaya geser statik ekivalen dan respons spektrum berturut-turut adalah Gorontalo, Jayapura, Banda Aceh, Kupang, Surabaya, Samarinda, dan Tanjung Pinang. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, beban gempa lebih berisiko mengakibatkan kegagalan struktur dibandingkan dengan beban angin.