// <![CDATA[PERANCANGAN IDENTITAS CITY BRANDING PALEMBANG SEBAGAI KOTA OLAHRAGA]]> Agus Rahmat Mulyana, M.Ds Rosita Hardiyati, S.Sos, M.Ds Yudi Handoyo / 332006016 Penulis
City Branding dalam perkembangannya terus mengalami kemajuan, dimana sudah banyak sutu kota yang mencoba mengangkat keunggulan dari kawasannya dimunculkan dengan memperkenalkan melalui branding. Dampak yang dirasakan memang cukup signifikan, branding yang efektif tantu mampu menghasilkan potensi investasi dan meningkatkan pendapatan daerah kawasan tertentu. Palembang sendiri sudah memiliki branding yang pada tahun 2008 sudah diagendakan beragam kegiatannya, namun kegiatan ini ternyata tidak dilanjutkan setelah tahun 2008. Sebenarnya Branding Visit Musi masih bisa diteruskan dan coba diperdalam lagi pada tahun berikutnya, namun perkembangan yang terjadi di kota tersebut membuat branding Visit Musi menjadi usang dan tidak lagi relevan untuk digunakan pada saat ini. Melihat potensi kawasan olahraga elit di Palembang tentu sangat sayang apabila hanya mengenalkan Palembang dari kemegahan jembatan Ampera saja seperti dalam branding sebelumnya. Agar lebih terarah kegiatan City Branding juga mempertimbangkan karakteristik masyarakat, kemunculan semangat olahraga pemerintah yang menjadikan kawasan Jakabaring menjadi pusat kegiatan olahraga, juga perlu dilihat dengan perilaku masyarakatnya memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut. Strategi yang coba digunakan menggunakan metode Laswell untuk mengetahui analisis secara garis besar kebutuhan kota Palembang, kemudian menggunakan SWOT untuk menganalisis kekuatan kota Palembang, dan mencoba mewujudkan hasil strategi dengan metode AISAS. Dengan strategi tersebut diharapkan bisa menjadikan kota Palembang kota wisata olahraga. Dengan begitu Indonesia mampu berbuat banyak dalam industry pariwisatanya, tidak hanya mendatangkan investor ke Negara ini, namun juga mampu meningkatkan pendapatan dengan memberdayakan sumber daya manusianya agar sejahtera. Bila melihat langkah city branding di Indonesia yang sudah dilakukan, secara umum tampaknya lebih berat ke tujuan pengembangan pariwisata, khususnya menarik wisatawan. City branding juga bisa mendatangkan investasi dan meningkatkan perdagangan. Hingga kini hampir belum pernah dilakukan city branding di Indonesia yang lebih mengarah ke tujuan investasi dan perdagangan. Dengan adanya kegiatan olahraga internasional di Palembang dengan branding yang menggunakan semangat olahraganya, maka ini bisa menjadi contoh untuk wilayah Indonesia lainnya agar mampu memperkenalkan kotanya dengan keunikan dan keunggulannya. Dalam perwujudan brand diantara lain seperti nama, symbol, logo, atau bentuk grafik lainnya yang mengidentifikasi dan membedakan daerah tujuan, memberi janji sebuah perjalanan yang tak terlupakan yang secara unik diasosiasikan dengan daerah tujuan tersebut, juga untuk mengkonsolidasi dan mendorong terciptanya sebuah memori menyenangkan sebagai sebuah pengalaman berharga wisatawan.