// <![CDATA[TINGKAT WALKABILITY PADA KAWASAN PERKOTAAN DI KOTA BANDUNG]]> 0406058902 - Isro Saputra S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 INDAH KARTIKA HARYANI MUNTE/242016044 Penulis
Walkability bukan hanya melihat ketersediaan ruang untuk pejalan kaki, namun perlu diperhatikan juga kenyamanan dan keamanan pejalan kaki selama berjalan di wilayah kota tersebut. Keberagaman kegiatan di Kota Bandung menimbulkan mobilisasi masyarakat, guna mendukung kegiatan masyarakatnya maka diperlukan kenyamanan terutama bagi masyarakat di kota ini bergerak. Kebutuhan yang utama bagi pejalan kaki tidak hanya berbicara tentang fasilitas tetapi juga kenyamanan dan keamanan saat berjalan kaki menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dari sebuah Kota. Penelitian ini dilakukan karena peneliti ingin mengetahui bagaimana tingkat walkability kawasan perkotaan di Kota Bandung berdasarkan Global Walkability Score berdasarkan persepsi masyarakat. Kawasan penelitian terbagi menjadi 4 (empat) kawasan yaitu Kawasan Komersil, Kawasan Pendidikan, Kawasan Transportasi Publik dan Kawasan Permukiman. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Global Walkability Index dengan menghitung nilai walkablility dengan pembobotan menggunakan sembilan parameter. Observasi dan kuesioner dilakuan secara online karena keterbatasan, kuesioner ditujukan pada pejalan kaki yang pernah berjalan kaki di kawasan penelitian. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitafi untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat walkability kawasan pekotaan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian Kawasan Perkotaan di Kota Bandung nilai walkability untuk setiap kawasan tidak berbeda jauh. Kawasan Komersil memiliki nilai walkability 64,24, Kawasan Pendidikan dengan nilai walkability 63,16, Kawasan Transportasi Publik dengan nilai walkability 62,20 dan Kawasan Permukiman dengan nilai walkability 54,38. Kawasan Perkotaan di Kota Bandung memiliki Walkability Score sebesar 60,99 dari 100 sehingga masuk dapat kategori waiting to walk yang berarti wilayah Perkotaan Kota Bandung beberapa fasilitasnya dapat dijangkau dengan berjalan kaki tetapi masih cenderung menggunakan kendaraan.