// <![CDATA[EDUKASI EKOLOGI GAJAH KEPADA MASYARAKAT SEKITAR TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS MELALUI BUKU ILUSTRASI]]> 0403058910 - Wuri Widyani Hapsari, S.Ds., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Sylvian Gita Pradana / 332011079 Penulis
Gajah Sumatera selain salah satu jenis hewan yang terancam punah, merupakan „spesies payung‟ bagi habitatnya dan mewakili keragaman hayati di dalam ekosistem yang kompleks tempatnya hidup. Artinya konservasi satwa besar ini akan membantu mempertahankan keragaman hayati dan integritas ekologi dalam ekosistemnya, sehingga akhirnya ikut menyelamatkan berbagai spesies kecil lainnya. Maka dari itu pernyataan masyarakat mengenai gajah adalah “hama” tidak di benarkan. Intensitas konflik yang terjadi antara gajah dan masyarakat berawal dengan adanya pengurangan lahan habitat yang dijadikan perkebunan monokultur seperti singkong dan jagung menggusur habitat gajah sumatra menyebabkan gajah terjebak dalam blok-blok kecil hutan yang tidak cukup untuk menyokong kehidupan gajah untuk jangka panjang sedangkan gajah membutuhkan ruang lingkup yang luas dan memiliki jalur gajah yang tidak dapat diganggu gugat.Kurangnya rasa kepedulian masyarakat terhadap ruang lingkup menyebabkan konflik yang tidak berkesudaan, maka dengan adanya referensi secara ilmiah sebagai tambahan ilmu yang diberikan kepada masyarakat untuk masyarakat agar membentuk pola pikir dan pemahaman sehingga dapat memunculkan rasa peduli. Kata kunci: Gajah, Ekologi,Habitat,Ruang Lingkup,Kepedulian,Konflik