// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN DESA TERTINGGAL DI KABUPATEN BANDUNG BARAT (STUDI KASUS :]]> 0418066502 - Dr. Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 SITI SARAH ANBELA PRIHAMBUPA/242017031 Penulis
Kabupaten Bandung Barat memiliki lima daerah tertinggal menurut kementerian daerah tertinggal 2 diantaranya berada di Kecamatan Cipatat, mayoritas desa yang ada di Kecamatan Cipatat memiliki potensi di sektor pertanian, industri kreatif dan pariwisata alam, potensi daerah ini perlu dikembangkan secara khusus agar dapat mendorong perkembangan desa menjadi lebih baik lagi. Tujuan dari penelitian ini untuk perbandingan potensi sosial dan ekonomi desa tertinggal dengan desa lainnya yang ada di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan desa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skor indikator sosial dan ekonomi indeks desa membangun Hasil yang diperoleh skor potensi sosial yang tertinggi yaitu Desa Ciptaharja dengan indikator tertinggi yaitu Ketersediaan Posyandu dan Sarana pendidikan SD/MI dan yang memiliki skor terendah yaitu Desa Kertamukti dengan indikator terendah ketersediaan pendidikan usia dini dan kursus keterampilan warga, sedangkan skor potensi ekonomi yang tertinggi yaitu Desa Rajamandala Kulon dengan indikator tertinggi ketersediaan susaha kedai makanan, restoran, dan penginapan serta desa dengan skor terendah yaitu Desa Cirawamekar dan Desa Sumurbandung dengan indikator terendah ketersediaan pasar desa, lembaga perbankan dan akses distribusi, keragaman produksi di desa tertinggal yaitu Desa Cirawamekar memiliki luas lahan panen dan produksi tertinggi yaitu komoditas padi dan produktivitas tertinggi yaitu komoditas jagung, sedangkan Desa Sarimukti memiliki luas lahan panen dan produksi tertinggi yaitu komoditas ubi kayu dan produktivitas tertinggi yaitu tomat. Dua desa yang termasuk kedalam desa tertinggal yaitu Desa Cirawamekar dan Desa Sarimukti termasuk kedalam skor ekonomi rendah tetapi memiliki potensi dari keragaman produksi.