// <![CDATA[P. URBAN POINT PUSAT PERBELANJAAN BERBASIS IOT DI KOTA BARU PARAHYANGAN]]> Ir. Mamiek Nur Utami.,M.M Dosen Pembimbing 1 REGITAWATI PUTRI / 212017020 Penulis
Diprediksi pada 2040 mendatang, total konsumsi energi dunia untuk bangunan akan meningkat sebesar 80%. Jean-Baptiste Hazard (Vice President EcoBuildings at Schneider Electric) mengatakan bahwa sebuah Gedung harus mengutamakan keamanan dari berbagai potensi bencana listrik, lebih terkoneksi di tengah era Internet of Things (loT), lebih berkelanjutan dengan emisi karbon rendah, dan lebih dapat diandalkan dengan sistem manajemen gedung terintegrasi. Selain hal tersebut, dunia juga menghadapi pandemik pada penghujung tahun 2019 yang terjadi di Wuhan, China dan tahun 2020 mulai masuk ke Indonesia membuat seluruh kegiatan sosial dan ekonomi terkena dampaknya. Semua distribusi dan mobilisasi terhambat pergerakannya. Termasuk masyarakat Kota Baru Parahyangan yang mengalami kesulitan dalam mencapai area komersil dan rekreasi. Hal yang telah disebutkan tadi telah mendasari perancangan sebuah pusat perbelanjaan yang siap untuk beroperasi dengan penggunaan energi yang lebih rendah. Mengusung tema smart building yang menerapkan sistem Internet of Things pada bangunan yang akan dirancang minimalis dengan pendekatan arsitektur modern. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi. Dibantu teknologi informasi dalam proses pengaplikasiannya. Pembangunan sebuah pusat perbelanjaan baru ini akan dilaksanakan di Kota Baru Parahyangan, dibangun di hamparan lahan seluas 1.250 Ha. Berdasarkan Peta Pola Ruang Kabupaten Bandung Barat kawasan Kota Baru Parahyangan termasuk ke dalam tiga rencana pola ruang yaitu sebagai perumahan pedesaan, permukiman perkotaan dan kawasan Perumahan Industri sehingga merupakan lokasi yang strategis untuk pembangunan sebuah pusat perbelanjaan. Kata kunci: pusat perbelanjaan, Internet of Things, Minimalis