PERANCANGAN PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN “PACIMA”
Meningkatnya kegiatan perekonomian khususnya dalam sektor perdagangan seringkali tidak disertai dengan fasilitas yang ideal menyangkut kondisi bangunan, suasana dan lokasi yang tidak sesuai dengan kegiatan tersebut. Begitu pula dengan kebutuhan setiap orang, baik kebutuhan pokok maupun sekunder dan dibidang sandang, pangan, dan papan yang semakin hari semakin bertambah. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat saat ini seperti pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan memiliki fungsi utama sebagai tempat jual beli dalam skala besar. Namun, dengan adanya pandemi virus Covid-19, beberapa aktivitas di pusat perbelanjaan terhenti yang menyebabkan penggunjung cenderung menggunakan situs belanja online. Salah satunya adalah Kota Baru Parahyangan yang terbentuk pada tahun 2002, belum memiliki pusat perbelanjaan yang menunjang kebutuhan warga sekitar. Hal ini yang menjadikan pertimbangan dalam percancangan pembangunan pusat perbelanjaan di Kota Baru Parahyangan merupakan lokasi yang strategis. Dalam perancangan bangunan konsep arsitektur postmodern menjadi terhadap bentuk bangunan yang merepresentasikan Tangkuban Perahu, interior yang menerapkan pop-art didalamnya, maupun eksterior yang mengadaptasi salah satu kebudayaan di Indonesia yaitu Batik Kawung memberikan pengalaman baru terhadap pengunjung dengan menerapkan "Safety Healty" sebagai protokol kesehatan didalam pusat perbelanjaan agar para pengunjung dapat merasa aman ketika melakukan aktivitas didalam bangunan.
Kata kunci: Pusat Perbelanjaan, Arsitektur, Post-Mo
Detail Information
Citation
APA Style
. (2021).PERANCANGAN PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN “PACIMA” ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.PERANCANGAN PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN “PACIMA” ().Arsitektur:FAD,2021.Text
MLA Style
.PERANCANGAN PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN “PACIMA” ().Arsitektur:FAD,2021.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN “PACIMA” ().Arsitektur:FAD,2021.Text