// <![CDATA[PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA RANCANGAN EXHIBITION AND CONVENTION DI KOTA BARU PARAHYANGAN]]> 0405098901 - Reza Phalevi Sihombing, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 DIFA AHMAD NUGRAHA / 21-2017-174 Penulis
Negara Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa, salah satunya adalah suku Sunda yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, suku Sunda dikenal dengan nama Tatar Pasundan. Banyak peninggalan suku Sunda yang masih terjaga sampai saat sini, salah satunya adalah desain rumahnya. Konsep asli desain rumah tradisional Sunda jadi pencetus pemilihan konsep bangunan. Bangunan Eksibisi dan Konvensi akan direncanakan dengan menerapkan konsep Neo-vernakular, yang merupakan konsep yang muncul di masa post-modern setikar tahun 1960-an, menggabungkan arsitektur yang sudah ada atau tradisional dengan arsitektur yang baru atau modern. Pemanfaatan konsep ini diharapkan akan menarik minat pengunjung untuk datang ke bangunan yang akan dirancang. Diharapkan bangunan ini bisa menjadi tempat yang bermaanfaat bagi pengguna dan masyarakat sekitar. Bangunan ini akan memanfaatkan konsep atap rumah Julang Ngapak, yang sering dipakai di bangunan-bangunan yang ada di Jawa Barat. Pameran dan Konvensi ini akan direncanakan di Bandung Barat lebih tepatnya di Jl. Parahyangan Raya. Daerah ini mempunyai potensi yang besar untuk mendukung keberadaan Pameran dan Konvensi, misalnya akses yang tidak jauh dari exit tol Padalarang Timur sehingga akses masuk ke gedung Pameran dan Konvensi tidak sulit untuk dilalui. Metode pendekatan yang akan dipakai ialah pendekatan kualitatif yaitu menyelesaikan masalah dengan mengumpulkan data mengenai eksibisi, konvensi dan arsitektur Neo-vernakular. Kata kunci: Eksibisi dan Konvensi, Neo Exhibition, Neo-Vernakular.A