// <![CDATA[STUDI ARUS BOCOR ISOLATOR (PORCELIN, POLIMER, EPOXY RESIN, DAN GELAS) YANG MERUJUK PADA LINGKUNGAN PEMBANGKIT THERMAL SUMBER BATU BARA]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 LUCKY GUSTRI MAULANA NUGRAHA / 112014113 Penulis
Isolator merupakan salah satu komponen listrik yang berfungsi untuk membatasi atau menyekat agar tidak terjadi aliran arus dari konduktor yang bertegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai arus bocor yang diakibatkan oleh iklim, seperti Kelembapan dan temperatur serta polusi pembakaran batu bara yaitu abu fly ash. Komponen abu fly ash ini antara lain alumina (Al2O3), fero oksida (Fe2O3), kalsium oksida (CaO), magnesium oksida (MgO), dan titanium oksida (TiO2). Kelima komponen abu fly ash ini digunakan penulis dalam metode pengambilan data, dengan cara permukaan isolator diberi atau dipaparkan kelima polutan tersebut satu persatu secara bergantian dengan empat jenis isolator yaitu isolator epoxy resin, polimer, porcelain, dan gelas. Untuk mengetahui nilai arus bocor, penulis menggunakan osciloscop untuk mengetahui besar arus bocornya. Dari penelitian, penulis mendapatkan data ketika jumlah polutan semakin banyak, maka arus bocor juga semakin besar. Untuk nilai arus bocor terkecil pada isolator polimer yaitu dengan nilai 25,52 μA, yang kedua isolator resin dengan nilai 27,97 μA, lalu yang ketiga porcelain dengan nilai 138,96 μA, dan untuk yang paling besar nilai arus bocornya adalah isolator glass dengan nilai 280,39 μA. Isolator polimer menjadi isolator dengan nilai arus bocor terkecil, hal ini disebabkan pada isolator polimer mempunyai sifat bahan yang lebih tahan terhadap polutan dan memiliki resistansi permukaan yang besar. Kata kunci: Arus Bocor, Batu Bara, Fly Ash Isolator, Polutan, Keadaan Lingkungan