// <![CDATA[PENGATURAN AIR SISTEM PERTANIAN VERTIKAL DENGAN PLC]]> 0414085703 - Ir. Nasrun Hariyanto, M.T Dosen Pembimbing 1 SYAIFUL ISLAM / 11-2015-025 Penulis
Kegiatan berkebun dapat dilakukan secara horizontal dan vertikal. Berkebun secara horizontal dapat dilakukan jika mempunyai lahan yang luas dan berkebun secara vertikal dapat dilakukan jika mempunyai lahan yang sempit. Faktor utama penentu hasil pertumbuhan tanaman adalah faktor nutrisi dan aktifitas menyiram tanaman. Perkebunan tanaman kangkung secara vertikal dengan metode hidroponik. Air merupakan salah satu faktor dalam membantu pemenuhan nutrisi dalam pertumbuhan tanaman. Nutrisi untuk tanaman air perlu dijaga nilai pH dan nilai TDS. Pengukuran pH dengan memakai sensor pH dan pengkuran suhu dengan sensor suhu. Jika kurang maka ditambahkan cairan pH dan jika suhu air melebihi 30°C air didalam bak nutrisi ditukar. Proses monitoring pertanian vertikal menggunakan PLC. Air memiliki nilai pH rata-rata sebesar 7 dan suhu berada di kisaran 25°C sd 30°C. Selama 3 fase pemberian pupuk cair dalam satuan ppm (part per million) diukur oleh sensor TDS untuk melihat pertumbuhan tinggi dan panjang daun pada tanaman kangkung. Pemberian nutrisi untuk tanaman kangkung dimulai dari 466 ppm sd 1.400 ppm. Pengaliran air ke sistem hidroponik vertikal dengan menggunakan 2 buah pompa air, setiap pompa berkerja 12 jam secara bergantian. Kata kunci: PLC, Monitoring, Hidroponik, Nutrisi, Kangkung