// <![CDATA[ANALISIS ARUS BOCOR DAN DISTRIBUSI MEDAN LISTRIK ISOLATOR PORCELAIN TIPE CAP & PIN, PIN, DAN POST UNTUK BERBAGAI KONDISI KELEMBABAN DAN POLUTAN]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 WILDANY ABDAL MUGHNY / 112016081 Penulis
Isolator merupakan alat tempat menopang kawat penghantar jaringan listrik yang digunakan untuk memisahkan secara elektris dua buah kawat atau lebih agar tidak terjadi kebocoran arus. Isolator banyak dipasang pada saluran hantaran udara, karena dipasang pada ruangan terbuka, permukaan isolator menjadi rawan polusi. Menempelnya berbagai polutan akan mempengaruhi tahanan permukaan isolator sehingga permukaan isolator lebih konduktif dan menyebabkan terjadinya arus bocor. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk memperoleh perbandingan besarnya arus bocor dan medan listrik isolator porcelain tipe cap & pin, pin, dan post. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengukur arus bocor yang terpapar polutan CaCl2, NaCl, MgCl2 dan Kcl yang disemprotkan. Dan juga simulasi distribusi medan listrik pada isolator yang terpapar polutan air, dan NaCl menggunakan Softwere COMSOL Multiphysics. Dari hasil penelitian didapatkan nilai arus bocor terbesar yaitu pada isolator cap & pin. Ketika terpapar polutan CaCl2 sebesar 216 μA, polutan NaCl sebesar 200 μA, polutan MgCl2 sebesar 228 μA, polutan Kcl sebesar 213 μA. Sedangkan pada simulasi distribusi medan listrik pada rating tegangan 10 kV, didapatkan hasil medan listrik terbesar terdapat pada isolator cap & pin. Ketika terpapar air nilai medan listrik maksimum 34,4203 kV/cm, sedangkan ketika terpapar NaCl nilai medan listrik maksimum 34,4203 kV/cm. Kata Kunci : Isolator, Polutan, Arus Bocor, Medan Listrik