// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN ARUS BOCOR BERBAGAI KONFIGURASI ISOLATOR PIN BERJENIS PORCELAIN UNTUK BERBAGAI KEMIRINGAN PEMASANGAN DAN PARAMETER LINGKUNGAN]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 Teddy Apriyadi / 112017035 Penulis
Kebutuhan energi listrik semakin meningkat, perlu dilakukannya suatu perencanaan dalam sistem ketenagaan yang dapat menyediakan energi listrik yang handal. Salah satu komponen yang digunakan dalam bidang penyaluran kebutuhan energi listrik adalah isolator, faktor yang mempengaruhi kondisi arus bocor isolator adalah keadaan faktor lingkungan dimana penulis membandingkan keadaan suhu, kelembaban dan intesitas cahaya, intensitas hujan, sinar uv, dan polutan udara yang menempel pada permukaan isolator dengan berbagai alat, karena itu penulis dapat memperoleh nilai arus bocor isolator pin porselen terhadap beda sudut pemasangan, lalu membandingkan pemakaian 3 isolator pin porcelain berbeda konfigurasi. Arus bocor isolator 55-2 berkisar 31,4 - 51,7 μA, untuk isolator 55-4 berkisar 57,1 - 87,4 μA, dan untuk isolator 55-5 berkisar 36,4 - 61,2 μA, Pengaruh arus bocor isolator tersebut diakibatkan oleh perubahan faktor keadaan lingkungan setiap harinya dimana lingkungan semakin basah ataupun lembab maka arus bocor akan semakin besar, pengaruh tingkat polutan udara dan cairan yang menempel pada isolator pun akan membuat arus bocor isolator semakin besar, dan sudut pemasangan 0°, 45°, dan 90° membuat perbedaan pada besar kecilnya arus bocor pada penelitian kali ini dan untuk sudut 0° menghasilkan rataan arus bocor isolator 55-2 adalah 40,80 μA, isolator 55-4 adalah 73,31 μA, isolator 55-5 adalah 45,05 μA, lalu sudut 45° menghasilkan arus bocor isolator 55-2 adalah 39,70 μA isolator 55-4 adalah 75,10 μA, dan isolator 55-5 adalah 47,34 μA, lalu terakhir sudut 90° untuk isolator 55-2 adalah 40,29 μA, isolator 55-4 adalah 73,85 μA, isolator 55-5 adalah 46,27 μA. Kata Kunci: Isolator porselen, isolator pin, faktor lingkungan, arus bocor, kemiringan pemasangan