// <![CDATA[OFFSHORE PIPELINE RISK ASSESMENT DUE TO DRAGGED ANCHOR]]> 0405056902 - Dani Rusirawan, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 2 0415026102 - Ahmad Taufik, M.Eng., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 TUBAGUS PERIALDY KAESAR M / 12-2017-070 Penulis
Pipeline merupakan media yang didesain untuk dapat mengalirkan fluida dalam kapasitas, suhu, tekanan dan kondisi fluida tertentu. Selain itu, pipeline merupakan media tertutup yang dirancang agar dapat tahan terhadap bahaya dari internal dan eksternal pipa sesuai code yang dipakai. Salah satu perusahaan migas di Indonesia yang bergerak di bidang PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) mampu menghasilkan Liquid Nitrogen Gas (LNG) yang diregasifikasi di unit Floating Storage Recovery Unit dan dialirkan dalam bentuk gas melalui pipa bawah laut. Pipa bawah laut tersebut dilewati oleh aktifitas kapal yang tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan mengganggu pipa bawah laut tersebut. Risiko tinggi yang dialami pipa bawah laut salah satunya kejatuhan jangkar, karam nya kapal dan akibat dragged anchor. Tugas akhir ini menganalisa risiko kegagalan pipa bawah laut akibat tarikan jangkar menggunakan standar DNV-RP-F107 dan standar DNV-RP-F111. Dalam menghitung konsekuensi kegagalan digunakan dengan pemodelan perhitungan menggunakan tabel pada EXCEL. Berdasarkan hasil perhitungan dengan variasi kecepatan kapal 2 knot, 4 knot, 6 knot, 8 knot, dan 10 knot, dari 3 jenis kapal yang berbeda serta berat jangkar yang berbeda. Kemudian menentukan konsekuensi (CoF) dan frekuensi atau Probabilitas (PoF). Hasil nya dapat menentukan daerah risk matriks untuk kondisi tersebut susuai dengan berat jangkar dan kecepatan kapal, dan selanjutnya menentukan pilihan mitigasi yang baik dipilih supaya bisa menurunkan nilai konsekuensi (CoF) dan frekuensi/Probabilitas (PoF) nya. Untuk tiga jenis kapal dengan tiga berat jangkar yang berbeda menghasilkan daerah risk matrix pada daerah acceptable untuk kecepatan kapal 2 knot, 4 knot, dan 6 knot, sedangkan 8 knot dan 10 knot berada pada aerah ALARP. Kata Kunci: Pipa, Bawah laut, kapal, DNV-RP F-107, DNV-RP F-111, konsekuensi, frekuensi.