// <![CDATA[PENGARUH TEMPERATUR KALSINASI ELEKTROLIT CSZ SOLID OXIDE FUEL CELL TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK]]> 0409056902 - Prof. Meilinda Nurbanasari, ST. MT. Ph.D. Dosen Pembimbing 1 RUDY EFFENDI / 122017101 Penulis
Fuel cell merupakan energi alternatif elektrokimia yang bekerja berdasarkan prinsip pembakaran listrik-kimiawi. Salah satu jenis fuel cell yaitu solid oxide fuel cell yang merupakan alat konversi energi elektrokimia yang memproduksi listrik secara langsung dengan mengoksida bahan bakar. Solid oxide fuel cell terdiri dari 3 komponen yaitu anoda, katoda dan komponen terpenting yaitu elektrolit padat. Elektrolit yang diuji berbahan dasar Calcia Stabilized Zirconia (CSZ) dengan metode solgel. Lalu penulis akan melanjutkan dengan menguji konduktivitas ionik untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi CSZ terhadap nilai konduktivitas ionik. Pengujian konduktivtas dilakukan menggunakan metode pengukuran hambatan listrik pada potensial 0,7 V dengan menggunakan Electrochemical Impedance Spectroscopy. Temperatur kalsinasi berpengaruh pada nilai konduktivitas, semakin tinggi temperatur kalsinasi maka semakin tinggi nilai konduktivitas. Nilai konduktivitas tertinggi sebesar 4,83 x 10-5 S/cm di dapat pada temperatur kalsinasi 700°C dan nilai terendah sebesar 1,13 x 10-7 S/cm di dapat pada temperatur kalsinasi 600°C. Kata Kunci : Fuel Cell, Solid Oxide Fuel Cell,Temperatur Kalsinasi, Konduktivita