// <![CDATA[RUMUSAN KOLABORASI PERILAKU AKTOR GUNA PENINGKATAN KINERJA AGRIBISNIS KAKAO DI KABUPATEN BATANG]]> 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 1 SONI AGUSTINA / 13-2017-251 Penulis
Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah penghasil kakao di pulau jawa. Berdasarkan jumlah produksi kakao yang ada, Kabupaten Batang merupakan wilayah yang memiliki potensi dalam industri kakao. Saat ini, agribisnis kakao di kabupaten Batang belum baik, dikarenakan terdapat permasalahan yaitu kurangnya koordinasi antara perilaku aktor rantai pasok kakao. Untuk menghadapi masalah koordinasi di sepanjang rantai pasok, kolaborasi di antara aktor menjadi solusi dengan interaksi yang sinergis dan terpadu diantara aktor yang heterogen. Mempertimbangkan permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan penelitian guna mengetahui rumusan perilaku kolaborasi setiap aktor agribisnis kakao guna peningkatan kinerjanya di kabupaten Batang. Rumusan perilaku kolaborasi dihasilkan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) dan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). PLS fungsi utamanya untuk perancangan model, tetapi juga dapat digunakan untuk menguji teori atau untuk mengembangkan teori (tujuan prediksi) dengan analisis hubungan antara variabel menggunakan software SmartPLS, sedangkan FAHP bertujuan untuk pembobotan guna mengetahui besarnya pengaruh setiap perilaku aktor terhadap kinerja. Tujuan penelitian adalah merumuskan kolaborasi serta prioritas behaviour setiap aktor pada agribisnis kakao guna peningkatan kinerja di kabupaten Batang. Kata Kunci : Kakao; Kolaborasi Perilaku; PLS; FAH