STUDI PERBANDINGAN ANALISIS BALOK TINGGI MENGGUNAKAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA DAN STRUT-TIE
Strut and Tie Model merupakan hasil pengembangan dari metode Truss Analogy Model yang pertama kali dikembangkan oleh Ritter (1899) dan Mӧrch (1902). Selanjutnya, atas inisiatif Schafer (1982-1993), Truss analogy dikembangkan kedalam suatu bentuk / model yang lebih konsisten, kemudian dikenal sebagai Strut and Tie Model (Model Penunjang dan Pengikat). Penelitian ini mengkaji bagaimana perbandingan hasil rasio tulangan dari ETABS dan program computer aided strut and tie (CAST). Balok yang digunakan adalah Balok tinggi dengan ukuran 300 mm ∗ 700 mm untuk panjang bentang 2,5 m, 300 mm ∗ 800 mm untuk panjang bentang 3 m dan 300 mm ∗ 900 mm untuk panjang bentang 3,5 m. Berdasarkan hasil analisis, menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara hasil perhitungan rasio tulangan menggunakan metode elemen hingga dengan strut and tie, pada balok B3 terdapat beda 25,1%. Hal ini menunjukan bahwa rasio tulangan yang dihitung menggunakan metode elemen hingga lebih ekonomis dibanding metode strut and tie. Adapun penyebab adanya perbedaan hasil ini dikarenakan pada ETABS diberi beban merata, sedangkan pada CAST diberi beban terpusat. Tumpuan yang bekerja pada balok menggunakan metode elemen hingga adalah jepit, sedangkan pada strut and tie menggunakan sendi dan rol sebagai tumpuannya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2022).STUDI PERBANDINGAN ANALISIS BALOK TINGGI MENGGUNAKAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA DAN STRUT-TIE ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI PERBANDINGAN ANALISIS BALOK TINGGI MENGGUNAKAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA DAN STRUT-TIE ().Teknik Sipil:FTSP,2022.Text
MLA Style
.STUDI PERBANDINGAN ANALISIS BALOK TINGGI MENGGUNAKAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA DAN STRUT-TIE ().Teknik Sipil:FTSP,2022.Text
Turabian Style
.STUDI PERBANDINGAN ANALISIS BALOK TINGGI MENGGUNAKAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA DAN STRUT-TIE ().Teknik Sipil:FTSP,2022.Text