// <![CDATA[PENANGANAN KASUS SCHIZOPHRENIA DENGAN FILM PENDEK]]> Ramlan, S.Sn Rosita Hardiyati, S.Sos. Dosen Pembimbing 2 Haris Bhumindra / 332005010 Penulis
Schizophrenia meruapakan kondisi kejiwaan yang banyak terjadi ke kalangan masyarakat terutama di dunia. Setiap orang memunyai potensi terkena schizophrenia dan schizophrenia perlu dicegah. Media informasi schizophrenia sangat kurang sehingga dibuatlah film pendek untuk penanganan schizophrenia. Data menunjukkan bahwa 75% penduduk dunia adalah penderita Schziophrenia. Penderita Shciozphrenia yang paling potensi terkena adalah penduduk kota besar. Banyak media yang sudah digunakan untuk mengatasi schizophrenia. Media film memiliki kelebihan untuk digunakan dalam informasi mengenai schizophrenia karena mempunyai pergerakan di dalamnya. Dokter Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat sudah banyak memberitahukan pentingnya pemeriksaan dini sebelum terkena, tapi masyarakat masih malu.Target Audience adalah mahasiswa umur 18 hingga 20 tahun karena mereka masih kuliah dan mereka lebih banyak menggunakan komputer untuk internet minimal 3 jam sehari. Untuk menyarankan pemeriksaan dini, dapat digunakan media film sebegai informasi. Etika kedokteran Jiwa yang melindungi profesi pasien tidak boleh mengambil utuh gambar penderita sehingga digunakan film cerita pendek yang dapat dimasukkan ke dalam social media di internet. Pembuatan film dibagi dalam 5 gejala yang terjadi dalam tahapan schizophrenia, yaitu halusinasi, delusi, paranoid, sulit berkomunikasi, dan gundah gelisah. Masing-masing memiliki durasi maksimal 3 menit. Durasi ini dapat memberikan keuntungan dimasukkan ke dalam social media dan video streaming dalam internet. Media film ini sangat penting untuk dikembangkan sebagai media informasi di samping campaign dan sangat murah bila dipasang dalam social media untuk bahasan schizophrenia. butuh waktu lama untuk menggunakan campaign dalam bahasan schizophrenia sehingga dapat dibantu dengan media film yang disebarkan melalui social media.