// <![CDATA[SENSITIVITAS DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR TERHADAP PERUBAHAN KOEFISIEN KEKUATAN RELATIF PADA LAPISAN BASE DAN SUBBASE]]> Elkhasnet, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 FAJAR EKA GUNTARA /222016186 Penulis
Ruas Jalan Lingkar Timur Jatigede Kabupaten Sumedang STA 1+300 sampai STA 18+400 merupakan akses jalan Bendungan Jadigede, jalan ini juga sebagai alternatif jalur kendaraan dari jalan Pantura sehingga banyak truk bermuatan berat yang dapat menyebabkan kerusakan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sensitivitas desain tebal perkerasan lentur terhadap perubahan koefisien kekuatan relatif pada lapisan base dan subbase menggunakan metode AASHTO 1993. Pada penelitian ini didapatkan ESAL sebesar 12.438.602 lss/ur/lr untuk kondisi beban normal (beban terkendali) dan 24.270.894 lss/ur/lr untuk beban nyata (termasuk beban berlebih). Untuk mengetahui sensitivitas desain tebal lapis perkerasan dilakukan dalam dua skenario dengan variasi penurunan dan penambahan kondisi 1% sampai 5% dari kepadatan yang diisyaratkan. Skenario pertama menghitung variasi tebal base course dengan menetapkan tebal surface course dan subbase course. Skenario kedua menghitung variasi tebal subbase course dengan menetapkan tebal surface course dan base course. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien kekuatan relatif mempengaruhi tebal lapis perkerasan lentur yang pertambahan dan pengurangan ketebalannya mendekati linier, dimana pada lapisan base course semakin berkurang nilai koefisien kekuatan relatif sebesar 17% maka semakin bertambah tebal perkerasan sebesar 52% untuk beban normal dan 57% untuk beban nyata, sedangkan pada lapisan subbase course semakin berkurang nilai koefisien kekuatan relatif sebesar 19% maka semakin bertambah tebal perkerasan sebesar 32% untuk beban normal dan beban nyata. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lapisan base merupakan lapisan paling sensitif dengan selisih ketebalan diantara lapisan sebesar 52% untuk beban normal dan 57% untuk beban nyata dibandingkan lapisan subbase course dengan selisih ketebalan diantara lapisan hanya sebesar 32% untuk beban normal dan beban nyata.