// <![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN STRUKTUR BALOK BETON PRATEGANG DENGAN BALOK BETON BERTULANG PADA STUDI KASUS RUMAH SAKIT EDELWEISS]]> Amatulhay Pribadi, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 M SYAHRUL ALFADILAH / 222017079 Penulis
Perkembangan teknologi di bidang konstruksi sudah sangat berkembang pesat. Gedung Rumah Sakit Edelweiss secara terdapat kolom yang begitu besar dilantai satu bagian lobi. Kolom dengan dimensi yang besar diakibatkan oleh besarnya beban yang berasal dari 8 tingkat bangunan. Akan tetapi dimensi kolom yang terlalu besar akan membatasi pergerakan diruangan tersebut. Maka dari itu diperlukan perencanaan ulang dengan mengurangi jumlah kolom dengan menggunakan balok prategang. Lokasi penelitian ini didaerah bandung tepatnya di jl. Soekarno-Hatta No. 550, Sekajati, Kec Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286 tepatnya pada Rumah Sakit Edelweiss. Aplikasi yang digunakan adalah ETABS dan untuk menganalisis kolom menggunakan SP Column. Penulangan beton bertulang pada pemodelan beton prategang tulangan di tumpuan didapat serat atas 14D25 dan serat bawah 4D16 sedangkan tulangan di lapangan didapat serat atas 6D25 dan serat bawah 2D225. Penulangan pada pemodelan beton bertulang tulangan di tumpuan didapat serat atas 8D25 dan serat bawah 2D16 sedangkan tulangan di lapangan didapat serat atas 8D25 dan serat bawah 2D25. Pada beton prategang didapat 62 kabel dan 4 selongsong, setiap selongsongnya 16 kabel. Lalu volume penggunaan balok dan kolom pada pemodelan beton prategang lebih banyak daripada pemodelan beton bertulang