// <![CDATA[EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DENGAN ATAU TANPA DINDING GESER DI KOTA PADANG]]> Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Badriana Nuranita, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Marlan Panjaitan / 222017123 Penulis
Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Indo- Australia, Pasifik, dan Eurasia. Sehingga memiliki tingkat kegempaan yang sangat tinggi dan sulit diprediksi. Meskipun sulit diprediksi, namun dampak kerusakan bangunan akibat gempa dapat diminimalisir. Dari sekian banyak struktur bangunan gedung tahan gempa, dinding geser merupakan salah satu sistem penahan gaya seismik yang paling banyak digunakan. Sehingga dilakukan evaluasi kinerja struktur dengan model 1 sebagai gedung eksisting menggunakan dinding geser, model 2 gedung tanpa dinding geser, dan model 3 gedung tanpa dinding geser dengan berat struktur mendekati berat gedung eksisting. Berdasarkan analisis respons spektrum dan analisis riwayat waktu linier El Centro, Kobe, serta Kocaeli. Seluruh model Gedung, simpangan antar lantainya masih dalam batas izin dan masih dalam level kinerja IO (Immediate Occupancy) bersumber pada peraturan ATC-40