// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL SEBARAN DAERAH RAWAN LONGSOR DI KABUPATEN PURWAKARTA (Studi Kasus :]]> M.A. Basyid, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 TAUFIK AKBAR / 232014086 Penulis
Kecamatan Maniis dan Kecamatan Tegalwaru merupakan daerah pegunungan yang memiliki kemiringan lereng yang lebih dari 40 derajat, dan curah hujan yang tinggi, dengan kondisi topografi tersebut Kecamatan Maniis dan Kecamatan Tegalwaru menjadi daerah yang rawan akan terjadinya bencana alam, salah satunya adalah longsor. Menurut data kejadian bencana BPBD Jawa Barat Tahun 2020, bencana longsor di Kabupaten Purwakarta telah terjadi sebanyak 19 kali. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan daerah rawan longsor di Kecamatan Maniis dan Kecamatan Tegalwaru, metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah overlay dan skoring melalui Sistem Informasi Geografis. Parameter yang digunakan adalah kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, jenis batuan dan curah hujan. (Puslittanak, 2004). Berdasarkan hasil penelitian tingkat sebaran daerah rawan longsor pada Kecamatan Maniis dan Kecamatan Tegalwaru terbagi menjadi 4 (empat Kelas) yaitu rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi. Dari hasil yang diperoleh, desa dengan tingkat kerawanan tinggi paling luas adalah desa Cisarua, desa Cisarua memiliki tingkat kerawanan tinggi seluas 738,1 Ha atau sekitar 80% dari luas wilayah keseluruhan desa Cisarua. Desa dengan tingkat kerawanan sangat tinggi paling luas adalah desa Citamiang di Kecamatan Maniis yang memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi seluas 187,3 Ha atau sekitar 20% dari luas wilayah keseluruhan desa Citamiang. Kata Kunci: Kabupaten Purwakarta, Kecamatan Maniis, Kecamatan Tegalwaru, Longsor, Sistem Informasi Geografis (SIG).