// <![CDATA[ANALISIS AREA POTENSI BAHAYA BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG BERDASARKAN NILAI TOPOGRAPHIC WETNESS INDEX (TWI)]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 Gelar Surya Putra / 23-2017-028 Penulis
Kabupaten Bandung merupakan dataran tinggi berbentuk cekungan di mana Sungai Citarum sebagai pusat cekungan menjadi muara bagi anak-anak sungai di area tersebut. Kondisi geografis ini menyebabkan potensi bencana alam banjir di Kabupaten Bandung cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah memetakan area genangan banjir dengan metode penilaian Topographic Wetness Index (TWI) dan menentukan daerah-daerah berpotensi bahaya banjir di Kabupaten Bandung berdasarkan nilai TWI dan histori kejadian banjir dari tahun 1986 sampai dengan 2020. Nilai TWI diklasifikasikan menjadi 3 kelas (rendah, sedang, tinggi) dan divalidasi terhadap titik kejadian banjir di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan nilai kelas TWI rendah berada di area seluas 56.085 Ha dengan persentase sebesar 31,95% dari luas Kabupaten Bandung, nilai kelas TWI sedang seluas 61.150 Ha dengan persentase sebesar 34,84% dan TWI tinggi seluas 58.300 Ha dengan persentase 33,21%. Hasil validasi antara nilai TWI dengan data kejadian banjir menunjukkan kesamaan sebesar 66,6%, dimana terdapat 78 lokasi kejadian banjir berada di nilai TWI kelas tinggi dari 117 lokasi histori kejadian banjir. Lokasi kejadian banjir dengan nilai TWI tinggi terdapat di 13 kecamatan, yaitu Baleendah, Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang, Cicalengka, Ciparay, Dayeuhkolot, Majalaya, Margahayu, Pameungpeuk, Paseh, Rancaekek, dan Solokan Jeruk. Kecamatan-kecamatan tersebut merupakan wilayah berpotensi banjir berdasarkan penilaian TWI. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah Kabupaten Bandung dan dinas terkait dalam mitigasi bencana alam banjir. Kata Kunci: Kabupaten Bandung, Topographic Wetness Index (TWI), Bahaya Banjir