// <![CDATA[DETEKSI PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN METODE DINSAR DENGAN DATA SENTINEL 1-A (Studi Kasus:]]> ADITYA FIRDAUS NUSANTARA / 232018006 Penulis
Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan suatu proses gerakan penurunan muka tanah yang didasarkan atas suatu datum tertentu (kerangka referensi geodesi) dimana terdapat berbagai macam variabel penyebabnya. Wilayah Cekungan Bandung terletak di daerah pegunungan di tengah Kota Bandung merupakan sebuah zona depresi antara gunung yang memutari bagian tengah. Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) adalah teknik akuisisi dua citra SAR berpasangan kombinasi data citra kompleks pada posisi spasial yang sama (differential SAR) Nilai PMT tertinggi adalah sebesar -21,3 cm yang berada di wilayah Kecamatan Cileunyi hasil penurunan muka Cekungan Bandung tahun 2020-2021 yang dihasilkan dari proses DInSAR telah didapat, hasil tersebut perlu dilakukan uji korelasi untuk melihat bagaimanakekuatan antara hasil PMT DInSAR dengan hasil PMT GPS tahun 2000- 2008 dari jurnal yang ditulis oleh Abidin. Hasil koefisien korelasi yang didapat adalah r = 0,7392 yang berarti hubungan antara PMT GPS dan PMT DInSAR memiliki hubungan yang cukup kuat. Artinya, jika nilai korelasi (r) tersebut mendekati 1, maka keduanya memiliki hubungan linearyang kuat. Nilai korelasi yang didapat bernilai positif, maka dari itu memiliki arti bahwa jika nilai PMT GPS naik, maka nilai PMT DInSAR naik juga. Sehingga, kedua variabel memiliki hubungan linear (sebanding) yang cukup kuat. Kata kunci: Cekungan Bandung, Penurunan Muka Tanah, DInSAR.