// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING AIR BERSIH, AIR LIMBAH DAN VENT DENGAN KONSEP KONSERVASI AIR DI TELKOM UNIVERSITY LANDMARK TOWER DAYEUHKOLOT]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 BIZANTIO WIRANTA RANADIPURA / 25-2015-052 Penulis
Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat akan mempengaruhinya kapasitas pada setiap fasilitas untuk masyarakat, salah satunya adalah kapasitas untuk masyarakat yang akan melanjutkan studinya dari sekolah menengah akhir ke perguruan tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan pembangunan gedung kampus perguruan tinggi baru atau menambah gedung kuliah untuk kampus perguruan tinggi yang ada. Pihak Telkom University berupaya untuk memenuhi kapasitas tersebut dengan cara menambahkan 2 Program Studi baru dan untuk mengakomodir 2 Program Studi tersebut, Telkom University membangun gedung baru dengan nama Telkom University Landmark Tower (TULT). Salah satu penunjang untuk meningkatkan pelayanan institusi adalah prasaranan sanitasi berupa instalasi plambing yang terdiri dari instalasi plambing air bersih, instalasi plambing air buangan dan vent, dan instalasi plambing air hujan dengan konsep penghematan air bersih. Penerapan instalasi plambing dengan konsep penghematan air bersih tersebut dilakukan di gedung Telkom University Landmark Tower, bertujuan agar penggunaan air bersih pada gedung dapat lebih efisien dikarenakan lokasi gedung berada di zona susah air bersih berdasarkan peta cekungan Kabupaten Bandung, adanya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2013, dan Green Building Council Indonesia (GBCI) pada aspek konservasi air. 3 kategori yang diterapkan dari aspek konservasi air untuk penghematan air bersih yaitu WAC-2 (fitur air), WAC-3 (daur ulang air), WAC-5 (penampungan air hujan). Pemakaian air bersih akan dihemat dengan cra mendaur ulang air limbah grey water. Jumlah populasi di TULT sebesar 3.589 jiwa, dengan total kebutuhan air bersih sebesar 275,22 m!/hari, maka total timbulan air buangan sebesar 220,18 m!/hari. Limbah grey water akan digunakan Kembali setelah diolah dengan menggunakan STP Biofive sebesar 141 m!/hari, dan untuk black water menggunakan STP Biofive terpisah dengan grey water. Air bersih dan air hasil daur ulang ditampung pada ground water tank selanjutnya dialihkan ke roof tank. Alat plambing yang digunakan adalah alat plambing hemat air menggunakan merk TOTO Eco Green dapat menghemat air sebesar 23%. Diameter pipa air bersih dan air daur ulang sebesar 20 mm dan dimensi pipa air limbah sebesar 42-114 mm dengan total anggaran biaya perencanaan sebesar Rp. 5.415.828.120. Kata kunci: Instalasi plambing, penghematan air, konservasi air