// <![CDATA[KONDISI KUALITAS UDARA PM10 DAN PM2,5 DI DKI JAKARTA SAAT PELAKSANAAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) DI MASA PANDEMI COVID-19]]> Dr.Eng. Didin Agustian Permadi, M.Eng. Dosen Pembimbing 1 THALULA MADINA DAUD / 252017108 Penulis
Ketika pandemi Covid-19 menyebar di Jakarta, pemerintah menerapkan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam studi ini, dilakukan analisa kualitas udara dan perhitungan emisi untuk parameter partikulat (PM10 dan PM2,5) dari aktivitas sumber polusi di Jakarta tahun 2018-2020, yang bertujuan untuk melihat variasi perubahan kualitas dan beban emisi sebelum dan saat penerapan PSBB. Analisa data kualitas udara ambien partikulat dilakukan pada stasiun pemantauan kualitas udara di wilayah Jakarta dengan mempertimbangkan curah hujan. Terdapat korelasi kuat antara curah hujan dan konsentrasi PM10, sedangkan konsentrasi PM2,5 pada tahun 2020 tidak memiliki hubungan yang kuat. Aerosol Optical Depth (AOD) dari data satelit yang menggambarkan kekeruhan atmosfer akibat aerosol di udara dan memiliki korelasi kuat terhadap konsentrasi PM10 dan PM2,5. Nilai AOD di tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Kualitas udara sangat dipengaruhi oleh intensitas aktivitas sumber polusi. Perhitungan emisi dilakukan dengan pendekatan 'top-down' dan menggunakan metode faktor emisi yang bertujuan untuk melihat kondisi beban pencemar sebelum dan selama pelaksanaan PSBB. Terjadi penurunan emisi pada sektor kegiatan pembangkit listrik dan industri manufaktur, namun peningkatan emisi dari sektor perumahan. Pada tahun 2020, penurunan kepadatan lalu lintas sebesar 42% mempengaruhi penurunan emisi dari sumber aktivitas transportasi, namun tetap memberikan kontribusi tertinggi emisi partikulat setiap tahunnya. Aksi penurunan emisi dari aktivitas transportasi dapat diprioritaskan untuk perbaikan kualitas udara di kota Jakarta. Kata kunci: Pembatasan Sosial Berskala Besar, Partikulat, Kualitas Udara, Emisi Partikulat, DKI Jakarta