// <![CDATA[PENGARUH PREKURSOR OZON (NO, DAN NO2) DAN PARAMETER METEOROLOGI (RADIASI GLOBAL DAN TEMPERATUR) TERHADAP DISTRIBUSI OZON]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Dr.Eng. Didin Agustian Permadi, M.Eng. Dosen Pembimbing 2 RIKI BAHARI / 252018110 Penulis
Jakarta merupakan kota metropolitan yang terletak dekat dengan garis khatulistiwa dan juga memiliki sumber emisi yang intensif dari aktivitas antropogenik. Jakarta memiliki waktu penyinaran matahari sebesar 55% dan per tahun 2002-2003 Jakarta memiliki rata-rata radiasi global sebesar 664 W/m2. Jakarta memiliki potensi pencemaran ozon yang cukup tinggi. Data parameter ozon di Jakarta telah diukur secara otomatis oleh stasiun pemantau kualitas udara JEPA yang tersebar di lima titik di wilayah Kota Jakarta (JAF1-JAF5). Terdapat 2050 pengukuran (4,38%) dari 46769 jam pengukuran ozon di stasiun pemantauan udara JAF4 periode tahun 2003- 2012 yang melebihi baku mutu (>150 μg/m3). Konsentrasi ozon tahunan (tahun 2004) yang melebihi baku mutu nasional tahunan (>35 g/m3) ditemukan di stasiun JAF3, JAF4, dan JAF5. Pola diurnal ozon, prekursor ozon, dan parameter meteorologi pada bulan Januari – Desember 2012 menunjukkan pola yang seragam. Ozon mulai terbentuk pukul 6 pagi dan mulai menurun pukul 6 sore. Ozon memiliki konsentrasi puncak pukul 12-1 siang. Prekursor ozon (NO dan NO2) memiliki dua konsentrasi puncak pada pagi dan sore hari. Radiasi matahari global dan suhu udara mengikuti pola peningkatan pembentukan ozon. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa radiasi matahari global dan suhu berpengaruh kuat terhadap pembentukan ozon (r radiasi global: 0,67 dan r temperatur: 0,73). Studi lebih lanjut yang melibatkan parameter VOC sebagai prekursor diperlukan untuk melanjutkan studi pemodelan pembentukan ozon sehingga bisa dilakukan perencanaan strategi pengendalian ozon. Kata Kunci: Ozon, Prekursor, Meteorologi, Kota Jakarta