// <![CDATA[BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM)]]> Eka Noviana, S.Sn Alex Saputra / 332006133 Penulis
Bukittinggi adalah sebuah kota yang terkenal sebagai pusat pengembangan pariwisata di Sumatera Barat, memiliki alam yang indah dan dikenal dengan sebutan “Bukittinggi Kota Wisata” yang dicanangkan oleh gubernur Sumatra Barat Bapak Ir.Azwar Anas pada tanggal 11 Maret 1984. Dimana banyak sekali terdapat potensi objek-objek wisata yang dapat menjadi tujuan bagi para wisatawan lokal maupun manca negara untuk berlibur. Namun seiring berjalannya waktu, aspek pariwisata di kota Bukittinggi saat ini mengalami kemunduran yang sangat signifikan dan sudah tertinggal jauh jika dibandingkan dengan daerah-daeraha tujuan wisata lainnya di Indonesia. Hal ini dikarnakan kurang seriusnya pemkot setempat dalam menglola potensi wisata yang ada, dimana sampai saat ini masih belum ada sebuah upaya dalam minindak lanjuti pencanangan Bukittinggi sebagai “Kota Wisata” yang telah berlansung lebih dari dua dekade. Permasalahan ini juga ditambah dengan belum tersedinya sarana informasi yang memadai bagi para wisatawan untuk mengetahui mengenai pariwisata Kota Bukittinggi secara lebih detail. Oleh karena itu diperlukan sebuah upaya pembenahan dengan merumuskan konsep dan citra pariwisata yang akan diusung oleh Kota Bukittinggi. Dalam upaya pembentukan citra/brand tidak terlepas dari konsep perencanaan pesan, pemilihan media komunikasi, dan strategi komunikasi yang disesuaikan dengan target audience. Perancangan ini menggunakan metode analisis SWOT dan Brand Mindset. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing sebagai kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Oppurtunities), dan ancaman (Threats) yang munkin terjadi dalam mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek usaha atau institusi (lembaga) dalam skala yang lebih luas. Sedangkan analisa Brand Mindset adalah suatu usaha dalam meningkatkan kemampuan untuk berpikir layaknya sebuah merek. Untuk keperluan tersebut dibutuhakan kajian dari aspek lingkungan baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal yang mempengaruhi pola strategi institusi atau lembaga dalam mencapai tujuan. Melalui kedua metode ini, maka terlahirlah sebuah gagasan untuk menjadikan pariwisata berjenis ekologi (ecotourism) sebagai pariwisata yang akan diusung oleh Kota Bukittinggi.