BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM)
Bukittinggi adalah sebuah kota yang terkenal sebagai pusat pengembangan pariwisata di
Sumatera Barat, memiliki alam yang indah dan dikenal dengan sebutan “Bukittinggi Kota
Wisata” yang dicanangkan oleh gubernur Sumatra Barat Bapak Ir.Azwar Anas pada
tanggal 11 Maret 1984. Dimana banyak sekali terdapat potensi objek-objek wisata yang
dapat menjadi tujuan bagi para wisatawan lokal maupun manca negara untuk berlibur.
Namun seiring berjalannya waktu, aspek pariwisata di kota Bukittinggi saat ini mengalami
kemunduran yang sangat signifikan dan sudah tertinggal jauh jika dibandingkan dengan
daerah-daeraha tujuan wisata lainnya di Indonesia. Hal ini dikarnakan kurang seriusnya
pemkot setempat dalam menglola potensi wisata yang ada, dimana sampai saat ini masih
belum ada sebuah upaya dalam minindak lanjuti pencanangan Bukittinggi sebagai “Kota
Wisata” yang telah berlansung lebih dari dua dekade. Permasalahan ini juga ditambah
dengan belum tersedinya sarana informasi yang memadai bagi para wisatawan untuk
mengetahui mengenai pariwisata Kota Bukittinggi secara lebih detail. Oleh karena itu
diperlukan sebuah upaya pembenahan dengan merumuskan konsep dan citra pariwisata
yang akan diusung oleh Kota Bukittinggi. Dalam upaya pembentukan citra/brand tidak
terlepas dari konsep perencanaan pesan, pemilihan media komunikasi, dan strategi
komunikasi yang disesuaikan dengan target audience. Perancangan ini menggunakan
metode analisis SWOT dan Brand Mindset. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa
situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan
situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut
kontribusinya masing-masing sebagai kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses),
peluang (Oppurtunities), dan ancaman (Threats) yang munkin terjadi dalam mencapai suatu
tujuan dari kegiatan proyek usaha atau institusi (lembaga) dalam skala yang lebih luas.
Sedangkan analisa Brand Mindset adalah suatu usaha dalam meningkatkan kemampuan
untuk berpikir layaknya sebuah merek. Untuk keperluan tersebut dibutuhakan kajian dari
aspek lingkungan baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal yang
mempengaruhi pola strategi institusi atau lembaga dalam mencapai tujuan. Melalui kedua
metode ini, maka terlahirlah sebuah gagasan untuk menjadikan pariwisata berjenis ekologi
(ecotourism) sebagai pariwisata yang akan diusung oleh Kota Bukittinggi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM) ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM) ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2011.Text
MLA Style
.BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM) ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2011.Text
Turabian Style
.BRANDING PARIWISATA KOTA BUKITTINGGI DENGAN KONSEP WISATA EKOLOGI (ECOTOURISM) ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2011.Text