// <![CDATA[USULAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BERDASARKAN METODE SIX SIGMA DAN QUALITY LOSS FUNCTION PADA PERUSAHAAN MINENLEATHER]]> Arie Desrianty, S.T, MT. Dosen Pembimbing 1 EMIR HAMZAH ASSEGAF / 132017015 Penulis
Dalam dunia manufaktur, suatu produksi dapat menghasilkan produk berkualitas baik ataupun produk cacat, dimana produk cacat atau reject merupakan produk yang memiliki spesifikasi atau kualitas dibawah standar yang telah ditentukan. Pada produksi tas Minenleather masih terdapat produk cacat yang mengharuskan perusahaan untuk meminimasi penyebab terjadinya produk cacat yang dapat merugikan perusahaan. Metode yang dapat digunakan dalam kasus pada perusahaan Minenleather adalah metode six sigma dengan mencakup 5 (lima) aspek atau tahapan yaitu DMAIC (define, measure, analyze, improve, control), six sigma dinilai dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya kecacatan serta memberikan usulan perbaikan bagi perusahaan. Penggunaan quality loss function (QLF) berfungsi untuk menghitung kerugian yang dialami perusahaan akibat terjadinya produk cacat pada produksi. Nilai level sigma perusahaan sebelum melakukan perbaikan adalah sebesar 2,77σ dan quality loss function sebesar Rp995.789,47. Perubahan level sigma setelah melakukan usulan perbaikan meningkat menjadi 3,36σ dan quality loss function menurun menjadi sebesar Rp188.571,41 setelah perusahaan mengimplementasikan usulan perbaikan. Beberapa usulan perbaikan yang diberikan kepada perusahaan setelah dilakukannya penelitian adalah berupa penambahan peralatan khusus, menyusun peletakan peralatan, serta menyusun bahan baku dengan tertata. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Defect, Six Sigma, DMAIC, Quality Loss Function