// <![CDATA[PERANCANGAN VIDEO INFOGRAFIK JEJAK PERANAKAN TIONGHOA DI INDONESIA]]> Eka Noviana, S.Sn Vieta Fitria Diani /332007005 Penulis
Cina sudah merupakan sebuah bentuk kebudayaan besar yang tersebar di seluruh dunia. Khususnya di Indonesia, perjalanan leluhur Cina telah masuk ke negara ini semenjak jaman es, namun perpindahan masif baru terjadi ketika abad 13. Bangsa Cina yang tinggal di Indonesia telah melebur melalui perjalanan yang panjang melahirkan sebuah etnis peranakan Tionghoa. Dilihat dalam dunia masa sekarang, arus globalisasi mengaburkan perasaan generasi muda peranakan untuk menghargai bumi pertiwi Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda ini perlu diingatkan kembali akan identitas budaya peranakan yang mereka peroleh dari nenek moyang masing-masing, melalui sebuah perjalanan sejarah dan percampuran unsur budaya yang menghidupi sampai hari ini. Dalam kaitannya dengan ilmu Desain Komunikasi Visual, bagaimana informasi yang ingin dikomunikasikan akan berangkat dari konsep perencanaan pesan dan pemilihan media yang paling sesuai dengan target audience. Perancangan menggunakan metode analisis Mind Mapping yang diperkenalkan oleh Tony Buzzan. Dengan penggunaan pemetaan pikiran dalam sebuah diagram, tujuan metode ini adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi pesan-pesan apa saja yang akan dibahas pada saat proses perancangan. Melalui metode ini, terlahirlah sebuah strategi ide yang digunakan untukmerancang sebuah media informasi yang paling sesuai, yaitu perancangan video infografik mengenai jejak peranakan Tionghoa di Indonesia. Video infografik ini terbagi dalam beberapa seri, berdasarkan kategori pembahasan. Pada perancangan ini, fokus pembahasan adalah mengenai perjalanan sejarah leluhur Bangsa Cina yang hadir di Indonesia dalam pembagian lima masa pemerintahan yang terangkum dalam : masamasa awal, masa kolonialisme, masa orde lama, masa orde baru, dan masa reformasi. Keputusan dalam penggayaan visual maupun narasi adalah menggunakan ‘storytelling’. Tujuan jangka pendek dari proses perancangan ini adalah untuk membuka wawasan target audience mengenai perjalanan sejarah leluhur Tionghoa yang pada proses jangka panjangnya diharapkan mampu membangkitkan penghargaan dan perasaan bangga terhadap tanah air Indonesia.