// <![CDATA[PENERAPAN TEKNIK CLUSTERING UNTUK MENDUKUNG DIFERENSIASI STRATEGI PENGELOLAAN BANDAR UDARA]]> FADHLAN NABIL NABASSA / 132018202 Penulis
Bandar udara merupakan tempat bergantinya moda transportasi darat menjadi transportasi udara. Salah satu perusahaan yang mengelola bandar udara di Indonesia adalah PT. Angkasa Pura II. Strategi pengelolaan bandar udara yang tepat dapat memberikan keuntungan bagi PT. Angkasa Pura II dan kepuasaan bagi para penumpang. PT. Angkasa Pura II saat ini mengelola sebanyak 20 bandar udara yang ada di Indonesia. Setiap bandar udara tersebut memiliki karakteristik dan performansinya masing-masing, hal ini membuat PT. Angkasa Pura II perlu melakukan penyesuaian strategi pengelolaan bandar udara yang spesifik untuk setiap bandar udara. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pengelompokan. Pengelompokan dilakukan dengan melihat performansi bandar udara. Hasil dari pengelompokan menjadi acuan dalam menentukan strategi pengelolaan bandar udara. Teknik clustering yang digunakan adalah partitional clustering (k-means) dan hierarchical clustering. Hasil dari clustering menunjukan bahwa metode k-means dan hierarchical clustering (single, complete, dan average) tahun 2020 merupakan hasil yang optimal dengan jumlah klaster sebanyak 3 dan nilai silhouette score adalah 0,678. Seluruh atribut klaster 0 berada pada kategori sedang, klaster 1 berada pada kategori rendah dan klaster 2 berada pada kategori tinggi. Hasil dari clustering ini dapat digunakan oleh PT. Angkasa Pura II untuk menentukan strategi pengelolaan bandar udara untuk setiap bandar udara. Kata kunci: Bandar udara, clustering, k-means, hierarchical clustering