// <![CDATA[PERANCANGAN JATINATURE GATE APARTMENT DENGAN KONSEP BIOMIMIKRI ARSITEKTUR DI JATINANGOR, KABUPATEN SUMENDANG]]> 0423017002 - Dr. Ir. Juarni Anita, M.Eng. Dosen Pembimbing 1 ILHAM DWI PERMANA PUTRA / 212017108 Penulis
Pertumbuhan angka populasi penduduk mengakibatkan kebutuhan lahan menjadi meningkat dan berakibat pada kerusakan alam. Pertumbuhan industri dan transportasi pun turut memberikan efek buruk terhadap alam karena produksi bahan bakar fosil yang meningkat berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk juga yang terus meningkat. Akibatnya yaitu pengeluaran emisi atau gas buang CO² berbahaya yang mencapai 80% dari total gas emisi pembakaran. Inilah yang menjadi faktor utama meningkatnya emisi gas ke atmosfer dan rusaknya fungsi hutan sebagai paru-paru bumi. Salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan alam yaitu perancangan bangunan yang menerapkan pendekatan kearah ekologi ramah lingkungan dalam setiap kegiatan manusia. Oleh Karena itu, para perancang diharapkan dapat menekankan pada keselarasan dan keseimbangan dengan pemahaman terhadap alam, tema arsitektur biomimikri dapat menjadi solusi untuk itu. Arsitektur Biomimikri digunakan karena pada prinsipnya dapat meniru konsep lingkungan hidup dan organisme yang terbentuk dari lingkungan dan habitat lingkungan sekitarnya yang mampu menjadi solusi isu yang diangkat pada penelitian ini. Perancangan ini menggunakan pendekatan dari tingkah laku ekosistem alam yaitu rayap yang menginisiasikan sistem pengahawaan alami. Selain itu, aspek dari konsep biomimikri arsitektur yang akan diterapkan pada perancangan ini adalah sistem pembersihan sendiri. Alhasil bentuk yang dihasilkan pada perancangan yaitu adanya pengolahan udara di koridor tiap lantai dengan filterisasi tumbuhan pada bagian bukaannya. Selain itu lapisan beton titanium dioksida diterapkan di dinding bagian luar bangunan sebagai upaya menekan biaya perawatan rutin pada bagian fasad bangunan. Kata Kunci: Arsitektur Biomimikri, Pembersihan Sendiri, Penghawaan Alami, Pertumbuhan Penduduk, Ramah Lingkungan.