PENGENDALIAN WORK-IN-PROCESS INVENTORY MENGGUNAKAN FUZZY CONTROL
Pengendalian produksi memiliki tiga parameter penting yaitu : work-inprocess inventory (wip), manufacturing lead time (mlt), clan throughput. Ketiganya saling berkaitan dimana wip yang rendah dibabkan kecilnya throughput mesin dan mengakibatkan singkatnya mlt, hal ini berlaku sebaliknya Peencapaian optimum adalah wip rendah, mlt singkat, dan througlpt dapat memenuhi demand. Pada sistem manufakturing flowshop dapat buffer dengan kapasitas terbatas diantara mesin-mesin. Mesin dalam keadaan baik (tidak rusak/dalam perbaikan) akan berhenti beroperasi jika buffer di beIakang (upstream buffer) kosong atau buffer di depamya (dwonsteme bufferr) penuh. Pada saat terjadi kerusakan salah satu mesin buffer akan penuh atau kosong mengakibatkan seluruh kegiatan pada lini produksi terhenti. Kapasitas buffer yang besar mngkibatkan tingginya wip dan mlt yang Iama' tetapi kecilnya kapasitas buffer beresiko terhadap pemenuhan demand. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengatur kecepatan proses setiap mesin. Kendali fuzzy memonitor tingkat pengisian buffer dan surplus prosuksi aktual untuk menentukan kecepatan proses produksi pada setiap tahap produksi. Simulasi pada peluang kerwakan pi 0 dan laju kedatangan produk A 2.2 unit/menit (kapasitas produksi maksimum. Menghasilkan troughput 2.195 unit/menit, tingkat wip rata-rata 269,6 unit; dan mlt sebesar 124.4 menit untuk pedekatan klasik. Througput, wip, dan mlt dan pada kendali fuzzy masing-masing sebesar 2196 unit/menit, 126.2 unit; dan 58.92. laju kedatangan A= 1.54 unit/menit selama horizon penelitian menjadi masukan untuk menentukan variable surplus produksi pada kendali fuzzy, dengan peluang kerusakan mesin pi sebesar 0,001; 0,0025; 0,005; 0,0075; dan 0,01 berturut-turut diperoleh;
thoughput (unit/menit) = 1,833; 1,785; 1,631; 1,590; 1,579
wip rata-rata (unit) = 112,9; 107,7; 121,l; 113,6; 114,5
mlt (mnit) = 61,33; 6Q,65; 70,54; 67,69; 73,40
Sedanglcan hasil simulasi kendali klasik dengan berbagai peluang kerusakan mesin yang sama beturut-turut diperoleh hasil sebagai berikut.
throughput (unit/mnit) = 2,O 1 7; 1,843; 1,64 1; 1,63 f ; 1,646
wip rata-rata (unit) = 300,6; 28 1,2; 298,9; 296,9; 284,0
mlf (menit) = 148,5; 150,0; 178,0; 171,B; 170,7
Setelah melakukan beberapa simulasi, kendali fuzzy untuk mengatur kecepatan proses produksi setiap mesin dengan memonitor tingkat wip pada buffer dan surplus produksi actual menghasilkan wip lebih rendah dan mlt lebih singkat dibandingkan pendekatan pendekatan klasik, sedangkan troughput system meskipun lebih kecil namun selalu dapat memenuhi demand.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PENGENDALIAN WORK-IN-PROCESS INVENTORY MENGGUNAKAN FUZZY CONTROL ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENGENDALIAN WORK-IN-PROCESS INVENTORY MENGGUNAKAN FUZZY CONTROL ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.PENGENDALIAN WORK-IN-PROCESS INVENTORY MENGGUNAKAN FUZZY CONTROL ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.PENGENDALIAN WORK-IN-PROCESS INVENTORY MENGGUNAKAN FUZZY CONTROL ().Teknik Industri:FTI,2004.Text