// <![CDATA[ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KEMEJA GUNA MEMPERKECIL BIAYA REWORK DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA ALAT BANTU PENINGKATAN KUALITAS (Studi kasus di PT.]]> 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Budi Wijayanto/1395157 Penulis
PT.X merupakan salah satu industri garmen yg memproduksi kemeja pria. PT.X harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan dari pemesannya. Di PT X mempunyai cmpat rnacam masalah kualitas meliputi masalah repairs/rework (perbaikan), B-Crade ( cacat produk ), Retzrm to Manufacchrv /RTM (pengembalian ke pabrik) , Stock Confident (persediaan barang), dan qutarantine Product (produk karantina). Produk yang dihasilkan oleh PT X mempunyai tingkat /grade kualitas, yaitugrade A,B,C,D dan E. Adapun masalah yang dihadapi saat ini di PT X masih terdapat 2,385% grade C yang dapat dirework untuk ditingkatkan kualitasnya meqjadi grade B. Dalam penelitian ini dibahas upaya menurunkan biaya rework grade C dangan metakukan rework/repairs agar dapat menghasii produk grade B. Untuk rnengatasi masalah tersebut, maka digunakan beberapa alat Bantu peningkatan kualitas.Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan karakteristik kualitas pada masing-masing bagian jahit, kemudian mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi pada masing-masing proses, menghitung biaya kualitas masing-masing rework. Langkah kedua dilanjutkan dengan menggunakan alt-alat Bantu peningkatan kualitas yang terdiri dari Diagram Pareto, Diagram sebab-akibat dan Tree Diagram. Diagram pareto untuk menentukan skala prioritas dari jenis cacat yg akan dikendalikan. Diagram Sebab Akibat untuk mencari penyebab timbulnya masala, dan dilanjutkan dengan proses pengembangan solusi serta pengindentifikasian akar masalah yang kemudian menghasilkan Tree Diagram. Beberapa solusi yang didapat yaitu: mengadakan training ulang untuk para operator tertentu yang dianggap perlu sehingga keahlian operator dalam Teknik menjahit, tingkat ketelitian operator, dan rasa tanggung jawab akan pentingnya kualitas dalam diri operator dalam berkerja meningkat yang pada akhirnya kualitas jahitan operator harus diberi waktu untuk beradaptasi karena perubahan style dan jenis kain sangat berpengaruh pada timbulnya rework. Supervisor juga harus lebih telaten mengajari operator. Supervisor harus lebih meningkatkan pengawasan, terutama untuk mengingatkan operator akan peraturan selama dan sesudah menjahit, menginatkan operator untuk menjaga kebershihan area jahit, mengingatkan operator untuk lebih ber hati-hati menggunakna mesin jahit, dan mesin press. Dalam melakukan setting mesin harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanik harus membuat jadwal perneriksaan mesin dan mencatat fiekuensi mesin yang sering macet. Mekanik juga harus rajin berkeliling untuk melihat-lihat kondisi mesin. Memperbaiki sistem pemeriksaan kualitas bahan baku, baik dari kualitas kain, kualitas benang, halitas kancing dengan sistem pemeriksaan yang baru. Sistem pemeriksaan yang ada sekarang yaitu sampling dengan AQL Sinlple hpIing Plan, normal S-4 inspection pada level Acceptance Qtrality Level (AQL) 2,5%. Disarankan untuk memperketat sistem pemdcsaan sampling yang telah dilakukan.