PENENTUAN JUMLAH MONITIR OPTIMAL DALAM MENANGANI MESIN RUSAK UNTUK MEMINIMALISIR ONGKOS TOTAL (Studi Kasus di PT. Mitra Sejati Adiwira, Cikancung)
Peristiwa antrian atau baris-baris penunggguan (waiting lines) merupakan situasi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa ini terjadi jika kebutuhan akan suatu pelayanan melebihi kapasitas pelayanan yang tersedia pada saat yang bersamaan. Dalam sebuah industri manufakturing pemakaiasan mesin yang terus-menerus dapat mengakibatkan mesin mengalami kerusakan, dan bagian yang palinhg berperan adalah perawatan (maintenance). Dengan siberhentikannya mesin sementara untuk diperbaiki, maka terjadi antrian mesin-mesin yang menunggu untuk diperbaiki, hal tersebut menyebabkan mesin tidak berprosuksi dan pihak perusahaan tidak mendapat keuntungan. maka dari itu perlu ditentukan jumlah montir yang optimal dalam menangani mesin yang rusak dengan meminimalisir ongkos total (Total Cost). Penelitian ini dilakukan di PT.Mitra Sejati Adiwira khusus di Divisi Maintenace Departement Jacquard 2, yaitu perusahaan yangbergerak dibidang teksil khusunya rajut, yang memproduksi 4 jenis kain yaitu Brokat, Kerudung, sellendang dan Vitrase. Mesn yang diteliti yaitu mensin Jacquard, karena msin ini sering mengalami kerusakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penetuan jumlah montir yan optimal dengan laju kerusakan mesin, laju pelayanan mesin rusak, ongkos pelayanan montir dan ongkos akibat mesin tidak berproduksi. Dalam penelitian ini diusulkan suatu model yang dapat digunakan unuk solusi permasalahan diatas yantu model antrian dengan waktu antar kerusakan berdistribusi exponnsial, waktu pelayanan berdistribusi exponensial, dengan c buah pelayanna paralel disiplin pelayanna antrian first come first served (FCFS), dan sumber input terabtas atau dengan notasi menurut Kendall-Lee_Taha yaitu (M/M/C) ; (FCFS/N/N). Berdasarkan hasil pengolahan data analisis yang telah dilakukan,maka didapatkan hasil seperti padabtabel berikut:
Laju kedatangan mesin rusak (A) 0,019 mesin/jam
Laju pelayanan mesin rusak (u) 2 mesin/jam
ongkos montir (Cs) Rp. 4000/jam/orang
Onkos Akibat mesin menunggu diperbaiki (Cw) Rp. 13.940/jam/mesin
Jumlah montir optial (Coptima) 2 orang
Ongkos Total Minumum (TC minimun) Rp. 15.694,9/jam
berdasarkab tabel diatsa dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah montir yang optimal untuk menangani 55 mesin Jacquard di Departemen Jacquard 2 di PT. Mitra Sejati Adiwira adalah 2 oarang montir/sift dengan onkos total minimum sebesar 15.694,9/jam.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PENENTUAN JUMLAH MONITIR OPTIMAL DALAM MENANGANI MESIN RUSAK UNTUK MEMINIMALISIR ONGKOS TOTAL (Studi Kasus di PT. Mitra Sejati Adiwira, Cikancung) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN JUMLAH MONITIR OPTIMAL DALAM MENANGANI MESIN RUSAK UNTUK MEMINIMALISIR ONGKOS TOTAL (Studi Kasus di PT. Mitra Sejati Adiwira, Cikancung) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.PENENTUAN JUMLAH MONITIR OPTIMAL DALAM MENANGANI MESIN RUSAK UNTUK MEMINIMALISIR ONGKOS TOTAL (Studi Kasus di PT. Mitra Sejati Adiwira, Cikancung) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PENENTUAN JUMLAH MONITIR OPTIMAL DALAM MENANGANI MESIN RUSAK UNTUK MEMINIMALISIR ONGKOS TOTAL (Studi Kasus di PT. Mitra Sejati Adiwira, Cikancung) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text