// <![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ISOLATOR TIPE POST SILICONE RUBBER DAN EPOXY RESIN BERDASARKAN ARUS BOCOR UNTUK BERBAGAI SUDUT KEMIRINGAN DAN BEBERAPA KONDISI LINGKUNGAN]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 BIMBIM TEGUH PRATAMA/112016039 Penulis
Dalam dunia kelistrikan, sistem transmisi adalah hal yang sangat penting. Isolator merupakan salah satu komponen yang ada pada sistem jaringan transmisi dan distribusi. Isolator berfungsi sebagai alat isolasi sekaligus tempat menopang kawat penghantar jaringan pada tiang-tiang listrik yang digunkan untuk memisahkan secara elektris dua buah kawat atau lebih agar dapat meminimalisir kebocoran arus yang mengakibatkan flashover. Arus bocor merupakan salah satu kegagalan pada isolator yang disebablan oleh parameter lingkungan. Beberapa jenis isolator yang digunakan yaitu isolator post silicone rubber dan epoxy resin, kedua bahan ini merupakan salah satu jenis isolasi listrik yang baik, dimana silicone rubber memiliki keunggulan yaitu hydrophobicity atau sifat kedap air, Kemudian epoxy resin merupakan bahan polimer thermosetting yang memiliki kelebihan kekuatan dielektriknya tinggi. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk menganalisis arus bocor pada isolator tipe post silicone rubber dan epoxy resin terhadap berbagai parameter lingkungan dengan beberapa sudut kemiringan (0°, 30°, 60°, dan 90°). Data yang didapat dari hasil penelitian ini diolah dan dianalisis menggunakan metoda regresi, korelasi, kovarian, PCA dan fuzzy logic. Jika dilihat berdasarkan analisis korelasi, kovarian parameter yang memiliki pengaruh paling dominan kelembaban dan curah hujan dengan rentang nilai kelembaban yaitu 0,300 sampai 0,400 (korelasi kuat), sedangkan nilai curah hujan yaitu 0,500 sampai 0,800 (korelasi sangat kuat). Berdasarkan hasil pengujian dan Analisa menunjukkan bahwa nilai arus terbesar dihasilkan isolator epoxy resin sudut kemiringan 0° sebesar 156,37 μA, sementara nilai arus terkecil dihasilkan isolator silicone rubber sudut kemiringan 30° sebesar 38,8 μA.