// <![CDATA[PENJADW ALAN PROD UK PILLAR LOWER MENGGUNAKAN METODE NON DELAY DENGAN TAMBAHAN ATURAN PRIORITAS OPERATION DUE DATE (Studi Kasus di PT. PELITA SEHAT ABADI-BANDUNG)]]> 0425107701 - Hendro Prasetiyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 ERWAN SULISTYO / 13-1999-069 Penulis
Kondisi persaingan yang ketat yang tetjadi pada saat ini mendorong perusahaan mcningkatkan strateginya untuk mcrespon keinginan konsumen yang bcrvariasi dan berubah setiap saat Oleh karena itu, perusahaan mengubah dari sistem Make To Stock (MTS) menjadi sistcm Make To Order (MTO). Perusahaan dengan sistem MfO dapat melakuan perencanaan kapasitas dan penjadwalan sctelah tetjadi kesepakatan mengenai harga dan waktu kirim produk dari konsumen. Sctelah terjadi kesepakatan maka perencanaan dan penjadwalan dapat dilakukan. Tujuan dari penjadwalan yaitu dapat memenuhi waktu pengiriman produk. sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pibak sehingga perusahaan memiliki keunggulan tmtuk tetap bersaing dengan perusahaan yang sejenis. PT. Pelita Schat merupakan pe:rusahaan yang bergerak dalam pembuatan jig.Jig adalah alat bantu yang digunakan untuk merakit kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda empat Saat ini PT. Pelita Sehat Abadi sedang memproduksi jig, salah satunya sedang membuat produk Pillar Lower. Pillar Lower terdiri dari komponen rakitan satu buah jig base dan riga locator. Setiap komponen rakitan memiliki urutan pengetjaan tersendiri sesuai dcngan routing masing-rnasing. Pel1iadwdlan untuk produk Pillar Lower berbeda dengan produk tunggal, karena dalam pembuatan produk yang terdiri dari banyak rakitan terdapat pembatas struktur produk. Perakitan dapat dilakukan. apabila komponen pendahulnya telah selesai dikerjakan Penjadwalan scperti itu disebut dengan pe11iadwalan assembly job shop. Model penjadwalan yang digunakan untuk lingkungan assembly job shop pada pembuatan produk Pillar Lower adalah model penjadwalan Non Delay dengan tambahan aturan prioritas Operation Due Date (ODD). Tt.Yuan dari metode ini adalah untuk meminiroasi waktu penyelesaian (makespan). Aturan penjadwalan ini jika terdapat beberapa operasi yang mempunyai reooy time minimum, maka dijadwalkan terlebih dahulu operasi yang mempunyai ODD minimum Selain itu metode ini juga menggunakan prioritas lintasan kritis. Lintasan kritis adalah lintasan dengan waktu terpanjang, sehingga apabila komponen pada lintasan kritis tertunda maka makespan akan semakin panjang. Penjadwalan pembuatan sub assembly produk Pillar Lower menghasilkan waktu penyelesaian untuk masing-masing job yaitu job 1,2,3, dan 4 berturut-turut adalah 805,643,925,333 menit. Makespan dari penjadwalan ini adalah 925 menit. Dengan penjadwalan dengan metode Non Delay dengan tambahan aturan prioritas ODD diharapkan dapat membantu perusahaan sebagai patokan untuk menjadwalkan produk-produk yang lain.