// <![CDATA[USULAN TATA LETAK MESIN DARI HASIL PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR DENGAN SINGLE LINGKAGE CLUSTERING ALGORITHM (Studi Kasus di Divisi Rekayasa lndustri dan Jasa PT. PIN DAD)]]> 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 ROBBI FIRMANSYAH / 13-1999-037 Penulis
PT. PINDAD merupakan salah sam perusahaan dengan tipe produksi butch yang bukan hanya menerima order dari pihak militer saja akan tetapi juga di luar militer (perusahaan komersil). Permintaan konsumen datang dengaan variasi produk yang tinggi dengan ukuran lot yang menengah. Variasi komponen tersebut menimbulkan beragamnya urutan proses pemesinan, apabila perusahaan masih tetap menggunakan tata letak yang ada sekarang, maka timbul masalah-masalah seperti • Waktu perpindahan material yangg lama dengan jarak perpindahan material yang jauh, sehingga biaya perpindahan dan penanganan material yang semakin meningkat • Allran material yang tidak teratur. Untuk rnengatasi masalah tersebut. maka salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan perubahan pada tata letak pabrik melalui pembentukan sel manufaktur. Pendeketan group techonogy merupakan pendekatan untuk membentuk sel manufaktur. Group technology merupakan filosofi manufaktur yang melakukan pengelompokkan mesin dari komponen yang memiliki kemiripan. Tujuan pengelompokkan ini adalah untuk memanfaatkan keminpan tersebut dalam perancangan dan proses manufaktur (Groover; 1985). Pembentukan sel manufaktur rnemiliki efisiensi mendekati flow shop dan fleksibilitas mendekati joh shop. Sintde lingkage clustering algorithm adalah suant algorittma yang digunakan untuk melakukan. pengelompokan mesin dan komponen berdasarkan koefisien kemiripan antar mesiu. sehingga dapat dibenruk sel manufakrur. Masing-masing sel manufaktur diharapkan dapat memproses suatu pvrt family secara efisien. Pembentukkan sel manufaktur yang sesuai akan meminimasi jumlah aliran part antar sel dan intra sel, hal tersebut akan meminimumkan ongkos material handling, dan flow time. Dari hasil pembentukkan sel manufaktur, maka dibuat tata letak, usulan untuk memperbaiki tata letak awal dengan menggunakan metode CRAFT yang terdapat pada software Q.S Versi 3.0 metode CRAFT akan melakukan pertukaran departemen yang dapat meminimumkan ongkos matertal handling. Dari hasil penelitian diperoleh total jarak material handling lata letak awal adalah sebesar 4407,45, sedangkan total jarak material handling tata letak usulan dengan menggunakan sel manufaktur adalah 3143.1 111. Sehingga diperoleh penurunan jarak perpindahan material sebesar 1264.35 m.