// <![CDATA[STUDI PENGARUH WARNA TERHADAP KINERJA ISOLATOR PIN PORCELAIN BERDASARKAN ARUS BOCOR PADA PEMASANGAN SUDUT KEMIRINGAN UNTUK BERBAGAI PARAMETER LINGKUNGAN]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 RAKA LUTHFI PRADANA HERDIMAN/112016083 Penulis
Isolator merupakan salah satu peralatan listrik yang berfungsi sebagai alat isolasi yang digunakan sebagai penyekat antara konduktor bertegangan dengan kerangka penyangga (tower) transmisi. Tingkat kebocoran arus bocor pada isolator yang digunakan dapat mempengaruhi tingkat keamanan isolasi karena dapat menyebabkan kerugian dan bahaya bagi keselamatan publik. Nilai arus bocor ini dapat dipengaruhi oleh berbagai parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban, polutan udara, curah hujan, intensitas cahaya dan UV. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk menganalisis arus bocor yang terjadi pada isolator porselin dengan tipe pin berwarna coklat dan putih terhadap berbagai parameter lingkungan untuk menentukan isolator yang memiliki kinerja terbaik. Pengukuran dilakukan dengan cara menguji isolator pada rangkaian percobaan yang telah dirangkai dengan memanfaatkan hukum ohm dimana pada rangkaian pengujian ini dilakukan pada beberapa sudut kemiringan (0°, 30°, 60° dan 90°). Pengukuran ini dilakukan dengan total waktu 30 hari, pada pengukuran dengan sudut kemiringan 0° dan 30° dilakukan bersamaan pada 15 hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan sudut kemiringan 60° dan 90° bersamaan pada 15 hari setelahnya, dimana pada tiap harinya dilakukan pengambilan data sebanyak 8 waktu. Data hasil penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan metode regresi, korelasi, kovarian, PCA dan fuzzy logic. Pada analisis yang digunakan, parameter lingkungan yang dominan terhadap pembentukan arus bocor yaitu suhu dan kelembaban berdasarkan nilai korelasi dengan besar masing-masing -0,601 dan 0,641 pada isolator coklat, sedangkan pada isolator putih sebesar -0,561 dan 0,596. Pada perhitungan pengukuran nilai arus bocor menunjukkan bahwa isolator pin porselin berwarna coklat dengan pemasangan sudut 0° memiliki rataan nilai arus bocor terendah sebesar 85,97 μA sedangkan dari isolator putih memiliki nilai rataan 96,76 μA. Pada pemasangan sudut kemiringan 30°, 60° dan 90° rataan arus bocor pada isolator pin porselin coklat sebesar 91,95 μA; 88,26 μA; dan 94,48 μA sedangkan pada isolator pin porselin putih sebesar 101,69 μA; 99,17 μA; dan 104,1 μA. Nilai rataan arus bocor pada isolator pin porselin coklat memiliki kinerja yang lebih baik karena pada tiap sudutnya memiliki nilai rataan arus bocor yang lebih rendah daripada isolator pin porselin berwarna putih.