// <![CDATA[PENJADWALAN ROTARY EQUIPMENT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN GANGGUAN YANG TERJADI PADA LANTAI PRODUKSI (Studi Kasus di PT. Taka Machinery Indonesia)]]> 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 0430117501 - R. Cahyadi Nugraha S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Titin Agustina / 13-1999-015 Penulis
Persaingan dalam industri manufaktur yang semakin ketat pada saat ini menyebabkan PT. Taka Machinery Indonesia harus dapat melakukan perencanaan dan pengendalian produksi yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasar agar dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh konsumen. Salah satu dari perencanaan dan pengendalian produksi tersebut adalab dengan melakukan penjadwalan. Hanya saja penjadwalan pada PT. Taka Machinery lndonesia seringkali mengalami perubaban akibat terjadinya gangguan. Gangguan yang sering terjadi pada PT. Taka Machinery lndonesia adalah kerusakan mesin, ketidak:hadiran operator, dan adanya job sisipan. Oleh karena itu diperlukan suatu metoda penjadwalan dan penjadwalan ulang untuk mengatasi masalah tersebut. Jadwal produksi yang akan dibuat dalam penelitian ini berdasarkan order yang diterima antara tanggal I 0 Juni 2003 sampai 18 Juli 2003 oleh PT. Taka Machinery Indonesia Jadwal ini dibuat dengan menggunakan metoda non-delay berdasarkan aturan prioritas. Bila terjadi gangguan pada lantai produksi, maka dilakukan penjadwalan ulang (rescheduling) dengan menggunakan metoda yang dikembangkan oleh Santoso (1994). Penjadwalan dengan menggunakan algoritma non-delay adalah penjadwalan yang dimulai pada saat nol menuju ke masa yang akan datang sesuai dengan arah pergerakan waktu dengan tidak membiarkan mesin menganggur bila pada saat tersebut terdapat operasi yang membutuhkannya. Algoritma ini memilih ready time minimum sebagai prioritas utamanya. Jika terdapat operasi yang memiliki ready time yang sama pada mesin yang sama, maka prioritas berikutnya menggunakan MCR (Minimum Critical Ratio), SPT (Shorthest Processing Time), dan MWKR (Most Work Remaining), dan bila ketiga-tiganya sarna maka dipilih secara sembarang. Penjadwalan dimulai dengan menggunakan algoritma penjadwalan awal, dan bila terjadi gangguan pada saat pelaksanaan di tantai produksi maka jadwal yang telah dibuat diubah dengan menggunakan algoritma penjadwalan ulang sesuai dengan gangguan yang terjadi. Hasil yang didapat dengan menggunakan metoda diatas umumnya memiliki saat selesai pengerjaan yang lebih pendek bila dibandingkan dengan saat selesai yang dihasilkan oleh perusahaan, Kecuali pada 2 job saat selesai pengerjaan lebih panjang dan sama dengan saat selesai yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal ini disebabkan oleh perusahaan melakukan over time untuk menyelesaikan job tersebut. Berdasarkan basil yang didapat dari perhitungan hanya terdapat 1 job yang mengalami keterlambatan dari due date, sedangkan basil yang didapat oleh perusahaan terdapat 4 job yang mengalami keterlambatan