USULAN PENERAPAN SISTEM PERSEDIAAN HADLEY WHITIN DALAM MENENTUKAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN AJL (Studi Kasus di Departemen Weaving PT. Cahaya Mitra Damai )
Sekarang ini kondisi perusahaan textile sangat mengkhawatirkan karena harus mampu bersaing dengan produk-produk impor lain yang harganya relatif murah, apabila perusahaan tidak mampu bertahan perusahaan akan tutup. PT. Cahaya Mitra Damai adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang textile, dan untuk mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya maka pihak perusahaan harus dapat memenubi kebutuhan konsumennya serta dapat memenuhi target pemesanan tepat pada waktunya Mesin Jenis AJL Picanol dan AJL Tsudakoma adalah mesin yang digunakan di PT. Cahaya Mitra Damai. Agar mesin-mesin tersebut dapat berproduksi dengan baik maka perlu dilakukan perawatan mesin secara berkala dan terencana, tetapi kerusakan komponen tidak dapat dihindarkan sehingga diperlukan komponen pengganti yang diambil dari gudang, dan apabila komponen pengganti itu tidak tersedia maka akan mengakibatkan waktu downtime mesin yang besar. Sedangkan komponen yang sering mengalami kerusakan yaitu komponen Kopling untuk mesin AJL Picanol dan komponen Tali Kamran untuk mesin AJL Tsudakoma.
Permasalahan yang terjadi adalah seringnya kerusakan komponen mesin yang begitu cepat tetapi terhambat oleh kendala Lead time pemesanan yang lama sehingga mengakibatkan ketidaktersediaan komponen pengganti dan mesin-mesin banyak yang menganggur. Karena itulah untuk menyelesaikan pennasalahan tersebut digunakan metode Age Replacement sehingga dapat meminimasi waktu downtime mesin (A.K.S. Jardine, 1973) untuk mengatasi masalah perawatan mesinnya sedangkan untu.k mengatasi ketersediaan komponen digunakan metode sistem persediaan Hadley Whitm (Hadley & Whitin, 1963) sehingga didapat jumlah pemesanan optimal (Q*), titik pemesanan kembali (R) serta total ongkos persediaan (TC).
Dalam menyelesai.kan permasalahan ini maka diperlukan data-data mengenai waktu antar kerusakan komponen, data waktu penggantian pencegahan dan penggantian kerusakan, serta ongkos-ongkos dari persediaan. Untuk data waktu antar kerusakan, data waktu penggantian pencegahan serta penggantian kerusakan digunakan untuk menentukan waktu penggantian pencegahan dari komponen. Adapun tahapannya adalah pengujian kecocokan distribusi Weibull, pengujian parameter distribusi WeibuJl serta penentuan waktu penggatian pencegahan. Waktu penggantian pencegahan ini kemudian digunakan untuk menentukan kebutuhan komponen kritis selama satu tahun, basil dari kebutuhan komponen selarna satu tahun ini digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan komponen yang optimal, titik pemesanan kembali, serta total ongkos persediaan.
Hasil dari perhitungan dapat disimpulkan bahwa sistem persediaan untuk komponen sangat dipengaruhi oleh laju kerusakan (failure rate) dari komponen itu sendiri. Hasil perhitungan kebutuhan komponen kritis untuk selang perencanaan satu tahun tersaji dalam bentuk Tabel berikut ini :
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).USULAN PENERAPAN SISTEM PERSEDIAAN HADLEY WHITIN DALAM MENENTUKAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN AJL (Studi Kasus di Departemen Weaving PT. Cahaya Mitra Damai ) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PENERAPAN SISTEM PERSEDIAAN HADLEY WHITIN DALAM MENENTUKAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN AJL (Studi Kasus di Departemen Weaving PT. Cahaya Mitra Damai ) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.USULAN PENERAPAN SISTEM PERSEDIAAN HADLEY WHITIN DALAM MENENTUKAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN AJL (Studi Kasus di Departemen Weaving PT. Cahaya Mitra Damai ) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.USULAN PENERAPAN SISTEM PERSEDIAAN HADLEY WHITIN DALAM MENENTUKAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN AJL (Studi Kasus di Departemen Weaving PT. Cahaya Mitra Damai ) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text