// <![CDATA[OTOMASI ALAT PENGKONDISIAN SUHU DAN KELEMBABAN KANDANG JANGKRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER]]> 0418047803 - Liman Hartawan, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 GUNARDI PANDU PERMADI/122017002 Penulis
Beternak jangkrik sudah mulai dikenal masyarakat sejak beberapa tahun silam. Saat itu memang permintaan jangkrik masih sedikit karena penggemar burung kicau tidak sebanyak saat ini. Jadi sebagian kebutuhan jangkrik masih dapat diperoleh dari alam. Suhu dan kelembaban yang pas untuk jangkrik berkisar antara 25-35°C, dengan kelembaban antara 75-95%. Suhu dan kelembaban tersebut harus diusahakan stabil selama 24 jam penuh. Bila suhu terlalu panas dan kelembaban kurang, maka jangkrik akan kekeringan bahkan bisa menyebabkan kematian. Bila terlalu dingin, maka jangkrik akan lambat panen. Maka dari itu penulis melakukan rancang bangun otomasi sistem pengatur suhu dan kelembaban kandang jangkrik agar tetap stabil selama 24 jam penuh. Sistem ini menggunakan arduino sebagai pengendali utama. Secara garis besar arduino bertugas menjadi saklar otomatis untuk menghidupkan lampu pijar sebagai penghangat ataupun menghidupkan pompa untuk penyemprotan kabut sebagai pendingin, berdasarkan pada pembacaan suhu dari sensor DHT22. Pada hasil pengujian DHT22 didapatkan nilai suhu 35,2°C dan kelembaban 85,8%. Lampu pijar yang berfungsi sebagai penghangat menyala saat sensor DHT22 membaca suhu kandang <25°C dan akan mati saat suhu sudah >25°C, sprayer yang berfungsi sebagai pendingin menyemprotkan kabut untuk melembabkan udara akan menyala pada saat sensor DHT22 membaca kelembaban <75% dan sistem akan mati saat kelembaban >75%.