// <![CDATA[ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR PADA PETERNAKAN]]> 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 Ir. Alex Saleh, M.T. Dosen Pembimbing 2 AKHMAD SOFIYAN / 13-1996-114 Penulis
Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang harganya relatif murah dibandingkan dengan daging dan susu.. OJeb karena itu tidak mengberankan apabila dewasa ini konsumsi telur ayam terns menunjukan kenaikan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Petemakan "X" adalah saJah satu petemakan ayam ras petelur berkala kecil yang terletak di daerah Ujung Berung Kota Bandung. Selama ini peternakan mempunyai kapasitas produksi telur yang dihasilkan sebanyak ± 50 kg per hari. Luas laban yang dimiliki oleh petemakan adalah 800 m2 dan belum seluruhnya digunakan. Adanya pennintaan terhadap telur ayam ras di Kota Bandung yang terus mengalami kenaikan, mendorong Peternakan "X'' untuk mengembangkan usaha petemakan yang sedang betjalan selama ini. Pengembangan usaha yang akan dilaksanakan, dibatasi oleh tersedianya laban yang dimiliki Rencana pengembangan usaha petemakan yang akan dilaksanakan oleh petemakan "X" tentunya memerlukan penambahan sumber daya yang sifatnya terbatas, tetapi dalam jumlah yang tidak sedikit. Penambahan sumber daya yang akan dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pemborosan yang akan merugilcan petemakan. Untuk menghindari resiko-resiko kegagalan yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang, terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengkajian mengenai kelayakan dari rencana pengembangan usaha Petemakan "X". Pada penelitian Tugas Akhir ini dilakukan studi kelayakan yang merupakan upaya untuk memberikan gambaran mengenai sumber daya yang akan diinvestasikan agar dapat memberikan manfaat dan keuntungan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pembahasan yang telah dilakukan, diperoleh basil sebagai berikut : I . Aspek pasar, dapat diketahui bahwa peluang pasar telur ayam ras di Kota Bandung terns mengalami kenaikan setiap bulannya Hal ini menunjukkan bahwa rencana pengembangan layak untuk dilaksanakan ditinjau dari aspek pasar. 2. Aspek teknis, dapat diketahui mengenai kebutuhan peternakan yang memerlukan penambahan untuk mendukuog rencana pengembangan usaha. 3. Aspek lingkungan, dapat diketahui bahwa dampak negatifyang akan ditimbulkan dengan adanya rencana pengembangan. tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat di sekitar petemakan, sehingga rencana pengembangan layak untuk dilaksanakan ditinjau dari aspek lingkungan. 4. Aspek finansial, dapat diketahui bahwa rencana pengembangan layak untuk dilaksanakan. Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan ini, adalah sebagai berikut : • Net Present Value (NPV), bemilai positifpada akhir umur proyeksi (akhir tahun ke-10) sebesar Rp. 134.526.813,35. • Internal Rate of Return (IRR), diperoleb nilai sebesar 20,94%, lebib tinggi dari MARR (13%). • Payback Period (PP), diperoJeh nilai 4,05, yang berarti bahwa periode pengembalian dari investasi yang ditanamkan akan terjadi pada tahun ke-4,05 (masih dalam umur proyeksi). Analisis sensitivitas, dilakukan pada faktor yang dianggap berpenganih terhadap kelayakan dari rencana pengembangan, yaitu sebagai berikut : • Penurunan kapasitas produksi maksimum sebesar 10,08 % • Penurunan hargajual produk maksimum sebesar 9,07% • Kenaikan biaya operasi maksimum sebesar 10,66% Berdasarkan basil pernbahasan terbadap aspek pasar, teknis, lingkungan, dan finansial yang telah dilakukan, maka rencana pengembangan usaha peternakan ayam ras petelur pada petemakan "X" layak untuk dilaksanakan.