// <![CDATA[PEMBUATAN DAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK PISAU SANGKUR MENGGUNAKAN METODE TEMPA LIPAT DAN TWISTING]]> PIKRI ILHAM JAUHARI /122018047 Penulis Alfan Ekajati Latief, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Pisau sangkur/bayonet pertama kali dibuat di negara Francis di kota Bayonne pada abad ke 17. Kegunaan dari pisau tersebut dapat diletakkan di ujung senapan untuk pertempuran jarak dekat. Material yang dipilih untuk pembuatan pisau sangkur yaitu baja C45, proses pembuatan baja C45 ditumpuk dengan baja komersil lalu di tempa pada temperatur +1200oC dan dilakukan proses puntir (twisting), hal tersebut dilakukan sebanyak 3x lipatan hingga mencapai 27 lapisan, dilipat kembali sebanyak 3x lipatan sehingga hasil akhinya didapat 81 lapisan. Temperatur quenching +850oC dengan tempering pada temperatur +250oC. Penelitian ini dilakukan pengujian kekerasan dengan hasil nilai rata-rata sebesar 18 HRC, untuk pengujian metalografi didapatkan fasa ferit dan perlit, sedangkan pada pengujian fungsi dilakukan proses memotong tali tambang, menyayat kertas, menebas kayu, dan menusuk kayu. Kondisi dari pisau sangkur tidak terjadi kecacatan pada bagian sisi tajam maupun ujung bilah, sehingga dapat menunjang kegiatan survival maupun alat tempur. Kata kunci : Pisau sangkur, Twisting, Tempa lipat, C45, Uji kekerasan, Uji morfologi