// <![CDATA[USULAN PENYESUAIAN (KASTEMISASI) MODEL ANSOFF UNTUK MENGUKUR TINGKA T TURBULENSI LINGKUNGAN EKSTERNAL UNIT-UNIT BISNIS PT. TELEKOMUNlKASl INDONESIA, Tbk]]> DR. Iwan Inrawan Wiratmadja,Ir Dosen Pembimbing 1 Adwin Mardinanto/131997142 Penulis
Untuk mengantisipasi perubahan-perubahan mendasar yang terjadi di lingkungan usahanya, sejak tahun 2002 TELKOM menyelenggarakan suatu program strategis yang disebut Restrukturisasi Perusahaan. Tercakup dalam program strategis tersebut antara lain kebijakan untuk mengubah sistem pengelolaan perusahaan dari operasional ke strategis. TELKOM sebetulnya sudah cukup lama mencoba memberlakukan sistem pengelolaan strategis yaitu sejak tahun 1994, namun penerapan tersebut dirasakan manajemen kurang berhasil antara lain ditunjukkan oleh semakin diabaikannya rencana-rencana strategis sebagai acuan kegiatan perusahaan. Sehingga praktis hingga saat ini sistem pengelolaan perusahaan di lingkungan TELKOM masih bersifat operasional, di mana kegiatan dilakukan lebih banyak sebagai reaksi atas permasalahan-permasalahan yang sudah terjadi. Keputusan untuk mengintensifkan kembali sistem pengelolaan strategis dilandasi oleh kesadaran adanya mazhab-mazhab dalam teori manajemen strategis di mana masing-masing memiliki isu, konsep dan kerangka kerja sendiri yang hanya cocok digunakan pada suatu kondisi lingkungan usaha tertentu. Ternyata yang diterapkan di lingkungan TELKOM selama ini adalah konsep berlandaskan mazhab design dengan metoda pengukuran lingkungan eksternal yang tercakup dalam metoda SWOT. Manajemen berpendirian bahwa kelemahan-kelemahan konseptual dari metoda SWOT merupakan (salah satu) faktor penting yang mengakibatkan kurang efektif-nya penerapan sistem pengelolaan strategis di lingkungan TELKOM. Antara lain analisis SWOT cenderung subyektif (Grundy & Brown, 2002) kurang cocok dengan kondisi TELKOM yang hampir setiap 2 (dua) tahun berganti Direksi. Manajemen memutuskan untuk menerapkan sistem pengelolaan strategis berlandaskan mazhab planning yang dikembangkan oleh Ansoff (Mintzberg, 2000). Dalam mazhab planning, analisis lingkungan eksternal dilakukan dengan menggunakan suatu model diagnosis tingkat turbulensi yang relatif kuantitatif sehingga diharapkan akan dapat meminimalkan subyektivitas penilaian. Namun untuk diterapkan di lingkungan TELKOM, perlu dilakukan kastemisasi terhadap model tersebut yang sifatnya sangat generik (Ansoff, 1990). Tugas akhir ini mencoba mengajukan usulan kastemisasi model diagnosis Ansoff, yaitu dengan memilah atribut-atribut penilaian lingkungan yang paling relevan dengan kondisi lingkungan TELKOM, memberikan bobot pengaruh pada setiap atribut serta memberikan makna untuk setiap tingkatan atribut sesuai dengan jenis industri telekomunikasi di Indonesia. Dengan kastemisasi tersebut maka manajemen TELKOM dapat menggunakan model diagnosis lingkungan dari Ansoff secara efektif, sehingga dengan demikian rencana untuk mengintensifkan penerapan sistem pengelolaan strategis akan segera terwujud.