// <![CDATA[PENGEMBANGANPERANGKATLUNAK SISTEM KONVERSI ENERGI ANGIN (SKEA) DENGAN MEMANFAATKAN EFEK MAGNUS]]> Dani Rusirawan, ST., MT.,Ph.D Dosen Pembimbing 1 NAJMULFATA / 121999034 Penulis
Salah satu alternatif yang menarik untuk dikembangkan sebagai pengganti minyak bumi adalah energi angin. Energi angin merupakan bahan baku yang tidak perlu dibeli, bebas dari polusi, pemanfaatannya relatif lebih mudah karena angin dapat langsung digunakan sebagai sumber energi tanpa pengolahan terlebih dahulu (tidak seperti minyak bumi). Untuk pemanfaatan energi angin diperlukan suatu perencanaan Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) yang cermat. Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) merupakan alat untuk mengkonversikan atau merubah energi angin menjadi energi listrik. Di masyarakat, SKEA lebih populer disebut turbin angin atau kincir angin. Perangkat lunak untuk rnengetalmi karakteristik sebuah SKEA dengan memanfaatkan efek magnus dari silinder berputar, baik untuk poros horisontal maupun poros vertikal telah dikcrnbangkan dalarn pcnelitian ini. Sudu dari SKEA ini terdiri dari gabungan silinder dengan rotor savonius. Silinder digunakan untuk menghasilkan gaya angkat (lift) yang harus dihasilkan sudu (dengan syarat silinder harus berputar), sedangkan rotor savonius digunakan sebagai sistem starter aerodinamik. Gaya angkat dari silinder berputar inilah yang dikenal dengan nama efek magnus. Perangkat lunak yang dikembangkan ini, dapat digunakan sebagai referensi awal bagi para perancang SKEA untuk mendapatkan gambaran awal (dengan cepat) tentang prestasi SKEMA kalau menggunakan sudut gabungan silinder dengan rotor savonius baik poros horisontal maupun poros vertikal 1.